Joko ditunjuk menggantikan Satoru Mochizuki yang kini bertugas di program pengembangan pemain.
Baca Juga: Penampakan Presenter Sepak Bola Mirip Kim Kardashian Bikin Riuh Pertandingan Chelsea Vs Leverkusen
Begitu memegang kendali, ia langsung berhadapan dengan berbagai persoalan, mulai dari kualitas pemain yang tidak merata hingga minimnya kekompakan tim.
Salah satu tantangan besar adalah integrasi pemain naturalisasi yang baru bergabung.
“Para pemain naturalisasi ini baru sebentar bergabung dengan timnas,” jelas Joko.
Baca Juga: El Rumi Raja Ring Selebriti, Hajar TKO Jefri Nichol dalam 38 Detik
“Mereka membutuhkan waktu lebih banyak untuk berintegrasi dengan rekan setimnya dan memahami taktik yang diterapkan staf pelatih.”
Menurutnya, faktor ini turut memengaruhi kekuatan dan kesiapan tim di turnamen.
Meski begitu, ia menegaskan akan terus melakukan evaluasi demi meningkatkan performa di masa depan.
Baca Juga: Prediksi Crystal Palace vs Liverpool: Pratinjau Superkomputer Opta Community Shield
Satu catatan positif dari penampilan Indonesia di turnamen ini adalah mulai terciptanya peluang.
Jika pada laga kontra Thailand mereka sama sekali tidak mampu melepaskan tembakan ke gawang, saat melawan Vietnam tercatat ada satu percobaan.
Meski terkesan kecil, hal ini menjadi indikasi adanya kemajuan.
Baca Juga: Pemenang Community Shield Tidak Jaminan Juara Liga Primer Inggris
Persaingan di kawasan ASEAN memang masih berat bagi Indonesia, terutama menghadapi tim-tim kuat seperti Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Artikel Terkait
KONI Sumsel Geruduk Permenpora: Pembinaan Atlet Terancam Mati Suri!
Sassuolo Perkenalkan Jay Idzes, Selamat Datang di Tim Hitam dan Hijau
Media Vitenam Sindir Jay Idzes Usai Dikontrak Sassuolo, Banderolnya Kemahalan untuk Pemain Timnas Indonesia
Arsenal 3 Athletic Bilbao 0: Viktor Gyokeres Cetak Gol Pertama yang Tidak Biasa
Reaksi Suporter Asia Tenggara Setelah Timnas Putri Indonesia Diobok-obok Vietnam