Lebih jauh, Timnas Putri juga menargetkan partisipasi di ajang bergengsi FIFA Women’s World Cup 2035.
Baca Juga: Federico Barba Pilih Nomor 93 di Persib Bandung, Penuh Kenangan Sejak di Italia
Kehadiran tiga pemain diaspora ini diharapkan menjadi katalis penting untuk mewujudkan target ambisius tersebut.
Selain memberi dampak langsung di lapangan, naturalisasi keempat pemain ini juga mencerminkan langkah strategis Indonesia dalam memanfaatkan potensi diaspora.
Dengan pengalaman internasional yang mereka miliki, para pemain ini diharapkan dapat mentransfer pengetahuan dan mentalitas profesional kepada rekan-rekan setim.
Baca Juga: Persik Kediri Redam PSBS Biak, Gol Menit Terakhir Buyarkan Ambisi Tim Badai Pasifik
Langkah ini sekaligus menjadi simbol bahwa Indonesia semakin serius membangun kekuatan sepak bola dari berbagai lini, baik tim putra maupun putri.
Dukungan pemerintah melalui SK Presiden juga menunjukkan bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan bagian dari diplomasi dan kebanggaan nasional.
Momen pengucapan sumpah di Den Haag menandai awal perjalanan baru bagi Zijlstra, Kopp, van de Pol, dan Nottet sebagai bagian dari keluarga besar sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Alot, Timnas Indonesia Putri U16 Berikan Perlawanan Sengit ke Vietnam yang Menang Penalti
Kini, sorotan publik tertuju pada bagaimana kontribusi nyata mereka saat mengenakan seragam Garuda di berbagai kompetisi internasional mendatang.
Artikel Terkait
Beraroma Rasis, Jelena Ostapenko dan Taylor Townsend Bertengkar di Lapangan
Dewa United Banten FC vs Persija: Bakal Terjadi Duel Sengit di Lini Tengah
Pelatih Dewa Unted Banten FC Jan Olde Riekerink Yakin Timnya akan Menang Melawan Persija
Bek Persib Zalnando Dipinjamkan ke Persita untuk Super League 2025/26
Kejuaraan Catur BPK Penabur Jadi Momentum Pencarian Bakat Atlet Muda Bertalenta