Lebih lanjut, Klavenes, yakin mereka (Israel) seharusnya dikenai sanksi. "Ini tentang menegakkan aturan. Secara pribadi, saya yakin karena Rusia sudah pernah dicoret, Israel juga seharusnya dikeluarkan," katanya lagi.
Sebagai presiden sepak bola, Anda boleh memiliki pendapat pribadi, dan saya tentu juga punya pendapat sendiri. Sangat sulit bermain melawan negara yang melakukan Genosida, karena bagaimanapun juga, itu kejahatan atas kemanusiaan.
Lagi pula, jika mereka main, maka bendera dan lagu kebangsaan mereka masih akan terlihat dan terdengar. Begitu kata Presiden Norges Fotballforbunds, Lise Klavenes yang juga anggora esko UEFA.
Baca Juga: Valentino Rossi Jadi Tamu Istimewa Menpora Erick Thohir
PSSI
Adalah Jules Rimet, Presiden FIFA ke-3 (1/3/1921- 21/6/1954), yang namanya diabadikan sebagai Piala Dunia, sejak tahun 1938.
FIFA atas perintahnya mengundang PSSI untuk ikut kontestasi sepak bola dunia untuk ketiga kalinya. Meski Soeratin dan kawan-kawan dengan gagah mendeklarasikan Ke-Indonesiaan, Indonesia sendiri belum lahir.
Upaya yang amat serius yang dilakukan Ir. Soeratin, diapresiasi oleh FIFA. Kita tahu, PSSI lahir 19 April 1930, 15 tahun sebelum Soekarno-Hatta memproklamirkan Indonesia.
FIFA saat itu memperlihatkan pembelaannya pada kaum tertindas. Meski media masih jauh dari terbuka, FIFA mendapat kisah perjuangan orang-orang sepak bola kita.
Baca Juga: Ole Romeny Belum Fit, Timnas Indonesia Waswas Jelang Lawan Arab Saudi
Dan, Piala Dunia sendiri belum ada kualifilasi seperti saat ini. Peserta yang ikut, hanya didasari undangan panpel dan FIFA.
Namun sayangnya, Gubernur Jendral Hindia-Belanda saat itu, Alidius Tjarda van Starkenborgh Stachouwer, mewajibkan PSSI memakai nama Hindia-Belanda.
Selain itu, kostumnya juga harus Orange-Putih dan benderanya Merah-Putih-Biru. Persyaratan ini ditolak Soeratin.
Beruntung Soeratin secara pribadi bukan organisasi, mengizinkan sembilan pemain pribumi memperkuat Tim Hindia-Belanda.
Dilematis memang, tapi ini adalah kesempatan bagi para pemain untuk bisa berlaga di Piala Dunia. Mereka adalah: Mo Heng Tan (HCTNH Malang), Frans Alfred Meeng (SVBB Batavia), Achmad Nawir (HBS Soerabaja), Anwar Sutan (VIOS Batavia), Suvarte Soedarmadji (HBS Soerabaja), Tan Hong Djien (Tiong Hoa Soerabaja), Tan See Han (HBS Soerabaja), Isaac Pattiwael (VV Jong Ambon Tjimahi), M.J. Hans Taihuttu (VV Jong Ambon Tjimahi).
Baca Juga: Pembalap MotoGP Diarak Melintasi Kota Mataram, Ribuan Masyarakat Menyambut Hangat
Berkaca dengan kasus itu, Rusia 2022 karena menyerbu Ukraina, lalu Pakistan karena dianggap pemilihan Ketua Federasinya tidak fair, dan Kongo karena intervensi pemerintahnya, FIFA dengan enteng mencoretnya.
Artikel Terkait
PSSI Resmi Tunjuk Indra Sjafri Jadi Pelatih Timnas U-22 Indonesia di SEA Games 2025
Pelatih Alaves Terkejut Facundo Garces Terlibat Pemalsuan Dokumen Naturalisasi Timnas Malaysia
Rahasia Ilmu Olahraga, Memaksimalkan Performa
Gagal Cetak Brace untuk Persib Andrew Jung Kecewa Gol Keduanya Dianulir
PSSI Belum Terima Jawaban AFC soal Protes Wasit Laga Timnas Indonesia Vs Arab Saudi