"Tradisi itu dimulai dari perusahaan Hindia Timur, yang memerintah Indonesia sebagai koloni aktif selama dua abad," ulasnya.
"Sepak bola Indonesia masih ada dalam masa pertumbuhan selama lebih setengah abad, tapi sudah tumbuh pesat dalam beberapa dekade. Generasi baru yang bangga unggul dalam sepak bola, kini mensyukuri warisan era kolonial."
Baca Juga: Sumardji Minta Dukungan Tulus: Timnas Butuh Energi Positif Lawan Arab Saudi!
Namun, menurutnya itu garansi timnas Indonesia akan mulus ke Piala Dunia 2026. "Impian lolos ke Piala Dunia masih jauh," tulisnya.
Sindiran itu tidak menyurutkan semangat Jay Idzes dan kawan-kawan. Pada babak ketiga, Timnas Indonesia satu grup dengan Arab Saudi.
Dalam dua pertemuan, Timnas Indonesia mampu menahan Arab Saudi 1-1 dan menang 2-0 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Baca Juga: Seni dan Ilmu Bulu Tangkis: Perpaduan Keterampilan, Strategi, dan Kecepatan
Apakah pengalaman itu akan terulang di Jeddah besok?
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Maarten Paes Pulih dan Siap Jadi Starter di Putaran Empat Kualifikasi Piala Dunia 2026
260 Wartawan se-Kaltim Bersiap Menuju Bontang untuk Pupuk Kaltim Porwarda III
Kegagalan Pulisic Menegaskan AC Milan Buruk dalam Eksekusi Penalti
FIFA Resmi Merilis Bukti: Ketujuh Pemain Bodong Naturalisasi Malaysia Memalsukan Dokumen dengan Cara yang Sama
Jelang Timnas Indonesia Vs Arab Saudi: Skuat Garuda Latihan 20 Menit di Lapangan Cadangan