Timnas Indonesia Vs Irak: Mengulik Strategi Patrick

Suryansyah, Sportlink News
- Sabtu, 11 Oktober 2025 | 17:11 WIB
Suryansyah, Ketua Komisi Seksi Wartawan Olahraga Indonesia (Siwo) PWI Pusat.
Suryansyah, Ketua Komisi Seksi Wartawan Olahraga Indonesia (Siwo) PWI Pusat.

Tapi, wingback kanan - yang menjadi posisi asli Diks- jadi santapan pemain Arab. Yacob Sayuri yang biasanya datang dari bench- dislot sejak menit pertama sebagai bek kanan. Ia sudah kehabisan bensin untuk membantu Miliano Jonathans.

Saya tidak ingin menyalahkan pemain. Mereka bermain apa kata pelatih. Meskipun ditempatkan pada bukan posisinya.

Elkan Balggott misalnya pernah mendadak jadi striker era Shin Tae-yong. Padahal posisi aslinya bek tengah. Itu terjadi pada laga Jepang vs Indonesia dalam lanjutan Grup D Piala Asia 2023. Skor 3-1 untuk Jepang.

Tapi, gim krusial melawan Arab Saudi, tidak sepatutnya bereksperimen. Kemenangan akan membuka harapan Garuda terbang ke langit Amerika. Tapi, sayap kanan Garuda seperti patah. Begitu mudah diobok-obok pemain Arab Saudi yang lincah.

Baca Juga: Semen Padang FC Tunjuk Dejan Antonic sebagai Pelatih Baru Kabau Sirah

Timnas Indonesia sebetulnya punya catatan apik ketika lini belakang diisi oleh Hubner, Ridho, dan Idzes. Enam kemenangan didapuk. Selebihnya: satu imbang dan satu kalah.

Gawang Indonesia juga kokoh. Mencatatkan tujuh clean sheet saat Hubner, Ridho, dan Idzes main bersama.

Setahu saya, Kluivert penganut filosofi Cruyffian. Menekankan permainan menyerang dan dominasi bola. Singkatnya: Total Football. Sepak bola menyerang yang terstruktur dengan dominasi penguasaan bola.

Tapi, statistika Indonesia vs Arab Saudi bicara lain. Arab Saudi justru dominasi permainan: 55:45 persen.

Baca Juga: Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026: Kluivert Bungkam Soal Susunan Pemain, Fokus pada Kemenangan Kontra Irak

Artinya Total Football tidak cocok dengan karakter atau kultur sepak bola Indonesia. Setiap pemain dituntut memiliki energi tinggi. Dalam Total Football mereka harus bergerak simultan. Baik bertahan maupun menyerang.

Filosofinya Total Football bersifat fleksibel dan dinamis. Bukan berpatokan pada angka tetap. Tapi, sebagai lulusan Ajax dan mantan asisten Louis van Gaal, Kluivert memiliki kecenderungan atau favorit pada formasi 4-3-3.

Patron ini memberikan keseimbangan antara serangan dan pertahanan. Bisa berkembang menjadi 3-5-2 jika terjadi kendala di lini tengah.

Baca Juga: Pentingnya Fisioterapi untuk Atlet, Sebuah Bidang Ilmu Olahraga

Saya mencoba meraba pikiran Kluivert. Dia menuntut pemain harus adaptif dan mengerti apa yang harus dilakukan di situasi apa pun. Tapi, kita juga harus mengukur batas maksimal pemain. Jangan dipaksakan.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X