SportlinkNews - Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, menilai bahwa polemik soal taktik di timnas Indonesia seharusnya tidak perlu terjadi.
Ia menyoroti perdebatan formasi yang muncul setelah performa Tim Garuda menurun di bawah asuhan pelatih Patrick Kluivert, yang kini telah resmi didepak oleh PSSI.
Di bawah arahan Kluivert, timnas Indonesia tampil tidak konsisten dan gagal menampilkan permainan solid seperti sebelumnya.
Baca Juga: KONI DKI Jakarta Jadikan PON Bela Diri 2025 Ajang Pemanasan Menuju PON 2028 NTB-NTT
Banyak pengamat menilai formasi empat bek yang diterapkan pelatih asal Belanda tersebut tidak cocok dengan karakter tim.
Skuad Garuda selama ini terbiasa bermain dengan tiga bek, pola yang terbukti efektif saat masih ditangani oleh Shin Tae-yong.
Puncak dari kegagalan itu terlihat saat Indonesia tak mampu menembus putaran selanjutnya Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Baca Juga: PSSI Dikejar Waktu Cari Pelatih Baru Timnas Indonesia Sebelum Jeda Internasional
Menurut Jan Olde Riekerink, dua laga terakhir melawan Arab Saudi dan Irak sudah cukup menjadi bukti bahwa Kluivert kesulitan menemukan alternatif taktik.
Setelah skema empat bek miliknya berantakan di laga melawan Arab Saudi, Kluivert kehilangan arah untuk memperbaiki situasi.
Bagi Riekerink, menambah satu bek tambahan bukanlah keputusan yang salah.
Baca Juga: Patrick Kluivert Diberhentikan, PSSI Lakukan Evaluasi Total Timnas Indonesia
Sebaliknya, itu bisa menjadi langkah adaptif sesuai kebutuhan tim di lapangan.
“Semua orang melihat laga melawan Irak dan Arab Saudi."
Artikel Terkait
Pelle Buka-bukaan Soal Kehidupan Baru di Dubai Setelah Bercerai dengan 'Wanita Tercantik di Dunia'
Terpilih Aklamasi Pimpin KONI Malut Periode 2025-2029, Sarbin Sehe Ungkap Tantangan Ke Depan
PSSI Akhiri Kerja Sama dengan Patrick Kluivert
Duel Persita vs PSIM Yogyakarta, Momentum Laskar Mataram Membalas Kekalahan dari Pendekar Cisadane
Jelang Pertandingan PSBS Biak vs Persib, Maung Bandung Masih Dominan