Welkom van Gaal, veel Succes..!

Suryansyah, Sportlink News
- Minggu, 19 Oktober 2025 | 17:38 WIB
Louis van Gaal kandidat pengganti Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Louis van Gaal kandidat pengganti Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Namun apa pun juga, PSSI mau peduli dengan memutus kontrak PK, secara pribadi saya angkat topi.

Dari sederet nama calon itu, saya sengaja mengangkat Louis van Gaal. Padahal tidak banyak yang menyebut nama pelatih berusia 74 tahun itu dalam daftar bursa.

Bagi saya, van Gaal selain memiliki track record paling baik, dia juga dikenal sebagai pelatih yang sulit diajak kompromi oleh pihak mana pun untuk menerapkan strategi dan pemain.

Baca Juga: Superkomputer Prediksi Liverpool Vs Manchester United

Ia akan sangat keras menentang campur tangan, bahkan dari pemilik klub Ajax, Barcelona hingga Manchester United, tak berdaya. Malah Presiden Federasi Belanda (2000-2002 dan 2012-2014) tak kuasa mengaturnya.

Jadi, PSSI tidak boleh tanggung dalam melangkah. Sebagai catatan, sejak PSSI lahir 19 April 1930 hingga saat ini, menurut hemat saya hanya enam pelatih bertaraf dunia yang sempat diberi kepercayaan untuk menangani timnas.

Selebihnya, hanya pelatih-pelatih yang jika disejajarkan dengan Djamiat Dalhar, drg. Endang Witarsa, Sinyo Aliandu, dan Berce Matulapelwa, pelatih asing itu tak melebihi kemampuan pelatih lokal.

Keenam pelatih bertaraf dunia: Toni Pogacnik (Yugoslavia) yang sensasinya bermain imbang 0-0 di laga peryama vs Uni Soviet, Olimpiade Merlbourne 1956.

Baca Juga: Menang Dramatis, Budi Setiawan Raih Emas Sambo untuk Kudus

Memang di laga play off kita kalah 0-4 dan Soviet merebut medali emas sepak bola. Tapi gaung laga pertama benar-benar menembus dunia.

Wiel Coerver (Belanda). Pelatih Feyenoord Rotterdam itu nyaris membawa timnas kita ke Olimpiade Montreal 1976.

Kita gagal dalam laga terakhir melawan Korut. Meski hanya setahun 1975-76, tapi Coerver mampu menyulap timnas kita.

Memompa motivasi para pemain adalah kepiawaiannya. Dengan kepercayaan diri, maka semua bisa dilakukan.

Baca Juga: Pakar Universitas Merintis Aplikasi Pencari Bakat Sepak Bola Menggunakan AI

Joao Barbatana (Brasil). Dipercaya menangani PSSI Garuda untuk Olimpiade Athena, 1986. Reputasinya cukup mentereng, terakhir dua tahun berturut membawa klub Atletico Mineiro juara Brasil. Sayang Barbatana 'digergaji' pihak tertentu hingga ia tidak sampai berakhir masa kontraknya.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X