SportlinkNews - Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, mengungkapkan kisah menarik di balik perubahan posisinya dari seorang gelandang bertahan menjadi bek tengah, posisi yang kini menjadi identitas permanennya di dunia sepak bola profesional.
Sebelum dikenal sebagai palang pintu tangguh seperti sekarang, Idzes memulai kariernya sebagai gelandang jangkar atau pemain bernomor 6.
Tugas utamanya kala itu adalah menyaring serangan lawan sebelum bola mencapai area pertahanan serta membantu duet bek sentral dalam menjaga keseimbangan lini belakang.
Baca Juga: Timnas U-22 Indonesia Fokus di FIFA Matchday, Indra Sjafri Incar Lawan Berkualitas
Peran tersebut terakhir ia jalani saat masih berseragam Go Ahead Eagles, klub asal Deventer, Belanda, yang dibelanya selama tiga musim, yakni dari 2020 hingga 2023.
Kala itu, ia kerap menjadi bagian dari duet pivot bersama Luuk Brouwers atau Boyd Lucassen.
Namun, perubahan besar datang pada musim 2021–2022, ketika Go Ahead Eagles berhasil promosi ke Eredivisie, kasta tertinggi Liga Belanda.
Baca Juga: Mengerikan, Empat Fotografer Terluka dalam Insiden Kecelakaan Supercars di Australia
Dalam wawancara di kanal resmi klub barunya, Sassuolo, Idzes mengungkapkan bahwa pergeseran posisi tersebut terjadi karena kebutuhan tim yang tengah kekurangan stok pemain bertahan.
“Saya pindah posisi pada tahun 2021. Saat itulah saya mulai mengubah peran,” ujar Idzes, dikutip dari Sassuolo News.
“Pelatih saya saat itu mengatakan, karena tim tidak memiliki bek yang cukup, saya mungkin bisa bermain baik di sana."
Baca Juga: Melaju ke Semifinal, Fajar/Fikri Harapan Terakhir Indonesia di French Open 2025
"Kami ingin melihat apakah posisi itu cocok untuk saya.”
Idzes mengakui bahwa pada awalnya ia merasa kecewa karena ingin tetap bermain sebagai gelandang.
Artikel Terkait
Puma Kenalkan Bola Musim Dingin Hi-Vis Terbarunya untuk Liga Primer 2025/26
Ditahan Imbang Pisa 2-2, Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri Menyesali Kelakuan Timnya
Data dan Fakta Menarik: AC Milan Catat Pertandingan ke-3100 dengan Hasil Imbang Melawan Pisa
Head to Head Napoli vs Inter Milan: Ujian Berat Dua Raksasa Serie A di Stadion Maradona
PON Bela Diri Kudus 2025 Jadi Laboratorium Pembinaan Atlet Ju-jitsu Nasional