Kemudian ada Fadly Alberto, winger cepat yang juga memperkuat Bhayangkara FC.
Baca Juga: Pesepakbola Ternama Picu Kontroversi karena Minum Susu Mentah
Pemain berusia 17 tahun ini baru-baru ini mendapat sorotan dari FIFA berkat performa impresifnya bersama timnas di Piala Asia U-17 2025.
Dalam laga bersejarah melawan Korea Selatan yang dimenangkan Indonesia 1-0, Fadly tampil luar biasa dan dinilai berperan besar dalam kemenangan tersebut.
FIFA bahkan menyebut Fadly sebagai simbol generasi baru sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Anna Gegnoso Disebut di Balik Putusnya Lamine Yamal dengan Nicki Nicole
“Pemain muda milik Bhayangkara Presisi FC itu tampil sebagai sosok sentral dalam perjalanan Garuda Asia menaklukkan Korea Selatan dan Yaman."
"Dua kemenangan monumental yang membuka jalan menuju Piala Dunia U-17 2025 di Qatar,” tulis FIFA dalam laman resminya.
“Fadly bukan sekadar pemain muda dengan potensi besar, tetapi juga simbol generasi baru Indonesia yang berani bermimpi dan siap menulis babak baru dalam sejarah sepak bola Tanah Air di panggung dunia,” imbuh FIFA.
Nama terakhir yang juga patut diperhatikan adalah Mathew Baker, bek muda asal klub Melbourne City di Australia.
Pemain berdarah Indonesia ini memiliki keunggulan dalam duel udara dan postur ideal dengan tinggi 1,76 meter.
Selain tangguh dalam bertahan, Baker juga berpotensi menjadi senjata andalan dalam situasi bola mati berkat kemampuannya membaca arah bola dan positioning yang baik.
Baca Juga: Petinju Ini Gemparkan Dunia dengan Minum ASI untuk Meningkatkan Energi
Dengan persiapan matang serta komposisi pemain muda yang penuh talenta, timnas U-17 Indonesia diharapkan mampu memberikan kejutan di laga perdana melawan Zambia.
Artikel Terkait
Harta Karun Nasional Korea Son Heung-min Terjerat Skandal Pribadi dan Diperas, Apa Hasil Investigasi Setelah 5 Bulan?
Timnas Indonesia Kehilangan Gelandang Naturalisasi Selama 9 Bulan Akibat Cedera
Lazio 2-0 Cagliari: Biancocelesti Berjuang Meraih Tiga Poin Melawan Tim Sardinia yang Gigih
Tregedi Sepak Bola Eropa, Seorang Pelatih Meninggal Dunia di Tengah Pertandingan
Buntut Sanksi Federasi Sepak Bola Malaysia, Suporter Juga Tuntut FIFA Harus Dihukum