“Idealnya, pelatih baru dipilih untuk proyek besar menuju Piala Dunia 2030, dengan target antara yaitu tampil baik di Piala Asia 2027,” lanjutnya.
Baca Juga: Persib vs Selangor, Marc Klok Janjikan Performa Terbaik untuk Bobotoh
Bung Kus menekankan bahwa siapa pun yang terpilih harus memahami peta kekuatan sepak bola Asia.
Ia mencontohkan pengalaman masa lalu ketika pelatih asing datang dengan nama besar, tetapi tidak memahami karakter dan dinamika sepak bola di kawasan tersebut.
Hal semacam itu, katanya, justru bisa menghambat perkembangan tim.
Baca Juga: Jelang Duel Arema FC vs Persija: Mauricio Souza Siapkan Strategi Meredam Serangan Singo Edan
“Pelatih yang datang dengan reputasi besar tapi tak mengenal sepak bola Asia akan kesulitan menyesuaikan diri."
"Kita pernah mengalami hal itu, jadi sebaiknya belajar dari pengalaman,” ucapnya.
Ia menegaskan, kebangsaan bukanlah hal utama dalam menentukan sosok pelatih baru.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Pekan ke-12 Super League 2025/26, Laga Persib vs Malut United Alami Penundaan
Yang terpenting, menurutnya, adalah pemahaman mendalam tentang kompetisi, gaya bermain, dan kekuatan tim-tim Asia.
“Apakah dia dari Asia atau Eropa tidak masalah, selama ia paham betul sepak bola Asia dan bisa memetakan persaingan di kawasan ini,” kata Bung Kus menambahkan.
Ia juga menyebut, beberapa pelatih Eropa memiliki pengalaman melatih klub atau tim nasional di Asia, dan itu dapat menjadi nilai tambah.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan dan Link Siaran Langsung Selangor FC vs Persib Bandung
Dengan demikian, pelatih yang memiliki rekam jejak serupa bisa membantu meningkatkan level permainan Timnas Indonesia secara signifikan.
Artikel Terkait
Hellen Obiri Menorehkan Sejarah dengan Sepatu Spray On On
Unggah Foto Telanjang di Pantai, Mantan Istri Matthijs de Ligt Terancam Diblokir Instagram
Hasil Lengkap Liga Champions Matchday 4, Manchester City dan Tottenham Hotspur Cetak 4 Gol
Top Skor Liga Champions: Victor Osimhen Menyalip Erling Haaland, Harry Kane, dan Kylian Mbappe
Ambisi Penyerang Galatasaray Victor Osimhen di Liga Champions dan Kekagumannya pada Didier Drogba