“Tim pelatih melakukan beberapa item tes kepada ketiga pemain tersebut. Mereka juga kami validasi lewat game internal kemarin."
"Lalu kami putuskan bahwa karena waktunya pendek dan kami butuh performa, jadi ketiga pemain itu kami kembalikan ke klub,” ujar Indra Sjafri.
Indra menegaskan bahwa keputusan ini bukan didasari kurangnya kemampuan.
Ketiganya dinilai potensial, tetapi situasi saat ini menuntut tim untuk memiliki pemain yang benar-benar siap tampil.
SEA Games 2025 yang akan berlangsung pada 3–19 Desember 2025 membuat tim pelatih harus fokus pada pemain dengan performa terbaik saat ini.
Baca Juga: Enam Laga Tanpa Kekalahan, Beckham Putra Sebut Persib Harus Tetap Waspada
“Mereka bukan tidak potensial, potensial sekali. Tetapi kami butuh yang benar-benar siap pakai saat ini,” kata Indra.
Meski dipulangkan dalam kesempatan ini, ketiga pemain tersebut tetap memiliki peluang memperkuat timnas Indonesia pada masa mendatang.
Indra menambahkan bahwa PSSI selalu membuka pintu untuk pemain diaspora yang ingin menunjukkan kemampuan mereka bersama timnas.
Baca Juga: Carlos Parreira Dongkrak Performa Pemain, Yakin Madura United Bisa Bangkit
“Kami sebagai pelatih timnas U-22 Indonesia welcome untuk itu. Kemarin kami mempersilakan mereka untuk berlatih karena ini ada agenda FIFA Matchday,” ujarnya.
Sementara itu, timnas U-22 Indonesia dijadwalkan menghadapi Mali U-22 dalam dua laga uji coba di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada 15 dan 18 November 2025.
Pertandingan ini menjadi bagian dari persiapan menuju SEA Games.
Artikel Terkait
Malaysia Finalisasi Daftar Persiapan SEA Games: Tidak Ada Pemain Naturalisasi
IBL Tune Up Games Jadi Ajang Pemanasan dan Simulasi Pertandingan Menjelang Musim Kompetisi 2026
Kembali ke Indonesia Brian Rowsom Resmi Bergabung dengan Rans Simba Bogor, Jadi Ancaman Serius di IBL
Marciano Norman Apresiasi Perjuangan Keras Atlet Indonesia di Pentathlon Asian Championship 2025
Jean Paul Van Gastel Siapkan Laskar Mataram Jelang Duel Lawan Bhayangkara Presisi