Pada pertandingan nanti, misi balas dendam memang jadi fokus utama. Terakhir kali Indonesia dan Taipei bertemu pada Kualifikasi Piala Asia Wanita 2026 di Indomilk Arena pada Juli lalu, laga berakhir dengan kekalahan 1-2 bagi Merah Putih.
Tapi, kini situasinya berbeda. Indonesia datang dengan momentum positif setelah comeback 2-1 atas Nepal, sekaligus menunjukkan perkembangan karakter bermain di bawah pelatih baru, Akira Higashiyama.
"Kami menang lawan Nepal dan itu modal yang bagus. Tapi besok kami main di kandang, jadi para pemain seharusnya bisa tampil lebih baik," ujar Akira dalam konferensi pers pra-pertandingan di stadion, Jumat, 28 November 2025.
Baca Juga: Jakarta Jadi Panggung Final LIMA 2025, Big Match Perbanas-UMN Buka Persaingan
Pelatih asal Jepang itu kembali menekankan identitas permainan yang ia bangun sejak awal masa tugasnya, yakni agresivitas. Bagi Akira, Indonesia harus menekan dan bertahan dengan intensitas tinggi, terutama saat tampil di depan publik Sleman.
"Gaya permainan kami agresif, menyerang dan bertahan. Dan tentu saja kami akan tetap agresif karena bermain di kandang," tegasnya.
Latihan terakhir
Akira memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi fit. Tidak ada cedera yang mengganggu persiapan tim. Meski begitu, ia belum memastikan komposisi starter dan menunggu hasil sesi latihan resmi.
Baca Juga: Balap Trek Tanah 100km dei Campioni Valentino Rossi Kembali Digelar di Tavullia
"Tidak ada pemain cedera. Susunan pemain tergantung performa latihan hari ini. Jika mereka siap, mereka akan bermain," jelasnya.
Guna mendapatkan motivasi lebih, salah satu pemain kunci tim, Claudia Scheunemann, mengaku membutuhkan dukungan penuh dari warga Sleman.
Bahkan Akira menyebutkan pertemuan melawan Taipei adalah pertandingan "luar biasa" sekaligus kesempatan untuk membalikkan hasil menyakitkan di pertemuan terakhir.
Baca Juga: Rumor Marc Marquez ke Honda Menguat, Ini Respons Sang Juara MotoGP 2025
"Kami pernah melawan mereka dan kalah 1-2. Semoga besok kami bisa kasih hasil maksimal dan siap berjuang untuk Indonesia," kata Claudia.
Melihat minimnya suporter saat laga kontra Nepal, pemain FC Utrecht Vrouwen itu mengajak publik Yogyakarta memenuhi tribun Maguwoharjo agar Garuda Pertiwi mendapat energi tambahan.
"Untuk semua warga Jogja, tolong datang dan saksikan pertandingan yang luar biasa. Kami akan berjuang dan memberi yang terbaik untuk Indonesia," ujarnya.
Baca Juga: PSSI Ngotot Emas! Tanpa Sepak Bola, Prestasi SEA Games Indonesia Terasa Hampa
Claudia berjanji pengalaman bermain bersama FC Utrecht Vrouwen akan membantu permainannya semakin matang di lapangan nanti.
"Ilmu yang saya dapat di Belanda luar biasa, mental, fisik, semuanya. Semoga itu bisa saya bawa ke Timnas Indonesia juga," tambahnya.
Taipei yang berada di peringkat 42 dunia tetap menjadi lawan tangguh. Namun perkembangan positif skuat Indonesia dalam beberapa laga terakhir membuat kepercayaan diri meningkat.
Setelah laga uji coba ini selesai, sesuai yang dikatakan Akira, Timnas Putri Indonesia akan langsung mengalihkan fokus ke SEA Games 2025.
Artikel Terkait
Timnas U-22 Kamboja Bikin Geger, Resmi Mundur dari SEA Games
Media Vietnam Bingung Timnas U-22 Indonesia Hanya Incar Medali Perak di SEA Games 33
Jadwal Baru SEA Games 2025, Timnas U-22 Indonesia Hadapi Filipina dan Myanmar
Empat Pemain Diaspora Segera Susul Timnas U-22 di Thailand, Tim Garuda Muda Lengkap Lusa
Timnas U-22 Jalani TC di Chiang Mai, Fokus Periodesasi Terakhir dan Adaptasi Jelang SEA Games 2025