Grup Neraka Piala Asia U-17 2026 Jadi Ujian Mental Timnas Indonesia

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Sabtu, 14 Februari 2026 | 23:06 WIB
Pertandingan uji coba Timnas Indonesia U-17 vs China U-17 di Indomilk Arena. (PSSI)
Pertandingan uji coba Timnas Indonesia U-17 vs China U-17 di Indomilk Arena. (PSSI)

SportlinkNews - Kepala Pemandu Bakat PSSI, Simon Tahamata menyoroti bahwa Grup B Piala Asia U-17 2026 akan menjadi ujian besar bagi Timnas Indonesia U-17. Alih-alih gentar, ia menilai kondisi ini justru menjadi kesempatan bagi Garuda Muda untuk menunjukkan kemampuannya.

Timnas Indonesia U-17 akan menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Jepang, China, dan Qatar. Masing-masing negara sudah pernah meraih gelar juara Piala Asia U-17.

Piala Asia U-17 2026 digelar di Arab Saudi pada 5-22 Mei mendatang. Grup neraka ini menuntut persiapan matang dari segi strategi maupun mental pemain.

Baca Juga: Menang Atas Medan Falcons, Bandung bjb Jaga Peluang Final Four

Edisi 2026 menandai keikutsertaan kedelapan Indonesia di Piala Asia U-17. Catatan terbaik sebelumnya adalah lolos ke babak perempat final, yang sekaligus membawa skuad Merah Putih ke Piala Dunia U-17 2025.

Simon menegaskan kekuatan lawan bukan alasan untuk takut. Ia percaya, dengan latihan dan fokus, Timnas Indonesia U-17 masih memiliki peluang meraih kemenangan di Grup B.

"Jepang, China, Qatar, kuat. Kita masih punya waktu untuk berlatih keras, bermain keras, mentalitas musti lebih baik. Kita tahu tiga negara itu (kuat) berbahaya, tapi bola itu bundar. Kita tidak bisa bilang kalau kita kalah dari mereka, kita harus setuju kita bisa menang lawan mereka," ujar Simon kepada awak media.

Baca Juga: Hasil Super League: Dewa United Gebuk Sepuluh Pemain PSM

Simon juga menekankan pentingnya kesiapan mental agar anak-anak tak terintimidasi oleh nama besar lawan. Mental yang tangguh dianggap sebagai kunci performa di turnamen internasional.

Bahkan Simon berani menyatakan, jika pemain tak siap mental, lebih baik pulang daripada tampil setengah hati. Menurutnya, kesiapan psikologis sama pentingnya dengan keterampilan bermain.

“Kalau tidak ada (mental), saya bilang pulang saja, tidak usah bertanding. Kalau orang-orang semua bilang susah, lalu apa? Itu tidak gampang,” ucapnya.

Baca Juga: Mohamed Salah Kembali Catat Rekor Assist di Liga Primer Bersaing dengan Jack Grealish dan Erling Haaland

Selain itu, Simon menyebut peran dukungan publik. Ia berharap rakyat Indonesia memberikan energi positif agar pemain tetap percaya diri, tanpa dibebani kritik berlebihan.

“Kalau anak-anak bermain bola itu tidak gampang, kita harus percaya pada anak-anak itu bermain bola. Percaya mereka. Jangan terlalu kritis, anak-anak ini baru 16 tahun,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Calvin Verdonk Tinggalkan Timnas Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 | 09:27 WIB
X