SportlinkNews - Performa Timnas Indonesia menjadi sorotan jelang FIFA Series Maret 2026. Bukan sekadar agenda uji coba, turnamen ini dipandang sebagai titik awal pembentukan identitas baru skuad Garuda di bawah komando pelatih anyar, John Herdman.
Indonesia mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah dengan seluruh pertandingan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Situasi tersebut membuka peluang bagi armada Merah Putih untuk membangun fondasi permainan sekaligus memaksimalkan atmosfer kandang dalam proses adaptasi strategi baru.
Pemain Persib Bandung, Marc Klok, menilai FIFA Series hadir pada momentum yang tepat. Ia melihat pergantian staf kepelatihan Timnas Indonesia membuat seluruh elemen tim harus kembali beradaptasi dari awal.
Baca Juga: Timnas Futsal Putri di Ujung Tanduk usai Imbang 4-4 Lawan Malaysia di Piala AFF 2026
“Turnamen itu sangat penting saya pikir, karena semua tahu ada staf kepelatihan baru. Kalau ada staf kepelatihan baru, semua mulai dari nol lagi dengan filosofi berbeda, dengan playing style berbeda, dengan keinginan semua berbeda,” kata Klok.
“Dan FIFA Series itu adalah momentum untuk bangun tim lagi untuk ke depannya, bikin chemistry, dan ya cari momen dan situasi terbaik dengan pelatih yang baru,” Klok melanjutkan.
Ada tiga negara yang bermain dalam FIFA Series 2026 di Tanah Air yakni Kepulauan Solomon, Saint Kitts dan Nevis, serta Bulgaria. Klok mengaku belum memiliki gambaran detail mengenai dua lawan lainnya, tetapi ia cukup memahami karakter Bulgaria yang pernah dirasakan secara langsung.
Baca Juga: adidas SS26 Papua: Rayakan Kekayaan Budaya Timur Indonesia
“Tidak tahu. Saya belum tahu mereka bagus atau tidak. Tapi ya, pasti kalau kita lihat panggung internasional, pasti semua tim punya kualitas individual dan ada Bulgaria juga. Saya cukup lama main di Bulgaria, jadi saya tahu mereka kuat. Postur besar, orang yang tinggi, kuat, main umpan panjang ke depan. Tidak terlalu kombinasi, tapi ya lumayan bagus,” ucapnya.
Selain membahas lawan, Klok juga menyinggung komunikasi intens yang telah jalani bersama pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Namun, ia belum bisa memastikan keterlibatannya di ajang tersebut.
“Kami cukup lama bertemu dan bicara soal ide dia, strategi dia. Dia ingin pemain seperti apa, dia ingin tim seperti apa. Dan menurut saya, dia cukup profesional. Dia punya ide yang sangat baik. Dia memang orang yang punya disiplin yang tinggi. Semua mulai dari tim, bukan dari individu. Dia tidak mau tahu soal individu lebih tinggi daripada negara dan daripada tim,” ujarnya.
“Jadi dia punya struktur sangat baik dari percakapan kita. Dan saya dukung dia. Walaupun saya (belum tentu) dipanggil, saya selalu dukung negara kita. Pasti saya mau kasih terbaik, selalu mau main untuk negara kita, mau kasih yang terbaik. Jadi ya, kita lihat bulan depan dengan tim apa, dengan skor apa, dan dengan kemenangan apa,” ia melanjutkan.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Undian Piala Asia 2026: Timnas Indonesia di Grup Neraka, Vietnam Tantang Korsel
Paes Gabung Ajax, Simon Tahamata Fokus di Timnas Indonesia
Grup Neraka Piala Asia U-17 2026 Jadi Ujian Mental Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Dipegang Herdman, Shin Tae-yong Optimistis Menuju Piala Dunia 2030
Jadwal Lengkap FIFA Series 2026, John Herdman Jalani Debut untuk Timnas Indonesia