Hasil dari investasi jangka panjang itu mulai terlihat dengan semakin banyaknya pemain Jepang yang kini berkarier di klub-klub besar Eropa.
Baca Juga: Persebaya Lolos Lisensi Klub AFC, Bersiap Mengarungi Pentas Kompetisi di Asia
Hal inilah yang membuat kebijakan naturalisasi tak lagi menjadi prioritas bagi Negeri Sakura.
Soccer Digest Web menyebut bahwa, selama Indonesia dan China masih bergantung pada naturalisasi, kecil kemungkinan mereka bisa menjadi pesaing serius bagi Jepang di kawasan Asia.
Media itu juga menggarisbawahi bahwa meskipun ada pemain asing yang ingin menjadi warga negara Jepang, regulasi FIFA yang ketat membuat hal tersebut sulit diwujudkan.
Baca Juga: Teknologi AI Merevolusi Ilmu Olahraga, Bisa Sejahterahkan Atlet
“Selama Indonesia dan China masih mengandalkan pemain naturalisasi, kecil kemungkinan mereka menjadi rival yang sejajar,” tulis Soccer Digest Web.
Jepang sendiri dijadwalkan menghadapi Indonesia pada 10 Juni 2025 dalam pertandingan terakhir Grup putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Laga ini akan menjadi ujian penting bagi skuad Merah Putih yang tengah membangun kekuatan dengan dukungan pemain diaspora.