SportlinkNews - Menjelang laga melawan Cina, 5 Juni mendatang di SUGBK, Jakarta, pada lanjutan putaran tiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengaku optimis dengan kedalaman skuat Garuda. Ia menilai Timnas Indonesia berprogres dengan baik.
"Kini jauh lebih solid dibandingkan sebelumnya (timnas). Kalau dulu satu-dua pemain cedera, kami pasti pusing, namun sekarang kita sudah memiliki kekuatan dua kali sebelah pemain, sehingga secara keseimbangan tim sudah semakin bagus," imbuhnya kepada media, disela-sela latihan Timnas Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Senin, 2 Juni 2025.
Erick menilai, dalam skuat yang ada saat ini, mungkin yang kurang hanya 1-2 pemain di berbagai posisi.
Baca Juga: KONI Pusat Tegaskan agar PON XXII/2028 NTT-NTB Digelar dengan Memperhatikan Efisiensi
Namun, dia kembali menegaskan bahwa terkait tim, keputusan akhir tetap ada di tangan pelatih, dalam hal ini Patrick Kluivert.
Guna memastikan keamanan pertandingan, hingga tidak ada lagi pelanggaran yang dilakukan suporter, Erick menegaskan pasti akan ada tindakan gelas.
Mengingat laga ini merupakan salah satu laga paling krusial di tanggal perebutan tiket Olimpiade ini.
Erick pun menegaskan betapa pentingnya laga ini. Apalagi pemerintah Cina dikabarkan telah mengirimkan perwakilan resmi serta 3000 suporternya, sebagai bentuk keseriusan mereka terhadap laga ini.
Baca Juga: KONI Pusat Tegaskan agar PON XXII/2028 NTT-NTB Digelar dengan Memperhatikan Efisiensi
"Ini adalah pertandingan serius. Kita pernah ada di situasi seperti ini, ketika kalah dari Australia dan Bahrain," ucapnya.
Pihaknya menilai bahwa saat ini Timnas berada dalam titik serupa, sehingga mau tidak mau kemenangan adalah satu-satunya jalan untuk menjaga asa ke babak selanjutnya.
"Sekarang kita berada di titik serupa, dan harus menang untuk menjaga harapan lolos ke babak playoff," tegas Erick.
Baca Juga: Menantikan Debut Bersama Timnas Indonesia, Emil Audero: Tidak Ada Momen yang Membuat Gugup
"Tentu kami ingin mendapatkan poin sebanyak-banyaknya. Tapi permainan nanti, menurutnya, semua itu hasil akhirnya akan tergantung dari pemain dan pelatih," ucap Erick lagi.
Erick mengataka bahwa dua tahun lalu bahkan belum bicara yang berbicara soal Piala Dunia, tetapi sekarang semua bermimpi.
"Dan, tidak salah bermimpi, asal ada usaha," tukasnya.