Empat pemain debutan, termasuk pemain Argentina Facundo Garces, pemain Spanyol Jon Irazabal, pemain Argentina Joao Figueiredo, dan pemain Brasil Rodrigo Holgado, mencetak gol.
"Jika bukan karena Nguyen Filip, kami bisa saja kalah dengan selisih yang lebih besar, mungkin dengan selisih enam gol," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Malaysia telah memilih untuk menaturalisasi pemain-pemain yang bukan berasal dari Malaysia.
Baca Juga: Cedera Lawan Jepang, Kevin Diks Janji Timnas Indonesia akan Bangkit Lebih Kuat
Pada awalnya, kebijakan naturalisasi mereka kontroversial, tetapi sejak itu mereka terus maju dengan penuh semangat.
Meskipun ada banyak pemain non-Malaysia, mereka tetap memperluas skuat dan menambahkan lebih banyak pemain naturalisasi ke dalam tim.
Hal ini menghilangkan identitas tim, karena para pemain hanya mengetahui nama satu sama lain ketika mereka berkumpul bersama dan tidak saling mengenal. Namun, menang itu penting dalam olahraga.
Baca Juga: Resmi, Irak Ajak Indonesia Protes ke AFC dan FIFA Soal Tuan Rumah Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia
Mengenai Indonesia, menurtunya tidak memilih cara yang sama seperti Malaysia. Indonesia merekrut orang-orang asli Indonesia, terutama yang berasal dari Belanda.
Malaysia banyak belajar dari Indonesia dan melirik Amerika Selatan, seperti Argentina dan Brasil, di mana banyak talenta yang tidak dapat bermain untuk tim Amerika Selatan.
Sementara Malaysia hanya melihat hasil jangka pendek, Indonesia bertujuan untuk pembangunan berkelanjutan.
Namun, secara umum, pemain Malaysia dan Indonesia bermain sangat mengesankan dan dianggap sebagai tantangan tidak hanya bagi tim Asia Tenggara tetapi juga bagi Asia.
Baca Juga: Apa yang Harus Dilakukan Atlet Saat Kembali dari Cedera Jangka Panjang
Bagaimana sepak bola Vietnam dapat mengejar ketertinggalan dari Malaysia dan Indonesia?
Itu pertanyaan yang sulit dan tidak mudah untuk dilakukan dalam waktu dekat.