Komentator Quang Huy percaya bahwa meskipun harus menanggung siksaan dari para pesaing regional, sepak bola Vietnam perlu percaya diri dengan arahnya, menghindari langkah-langkah berlebihan yang menyebabkan hilangnya identitasnya:
"FIFA perlu meninjau ulang undang-undang naturalisasi, jika tidak, hal itu akan merajalela seperti di Malaysia..."
"Kekalahan dari Malaysia dan kekalahan baru-baru ini dari Indonesia telah memaksa kami untuk meningkatkan pencarian bakat, tetapi kami masih mengalami kesulitan mengembangkan pemain berkualitas," pungkasnya.
Meskipun pemain Vietnam di luar negeri memiliki lebih banyak kesempatan akhir-akhir ini, mereka masih belum dapat membuat terobosan seperti Malaysia atau Indonesia.
Baca Juga: Jay Idzes: Tak Gentar Usai Dibekuk Jepang, Timnas Siap Bangkit Hadapi Putaran Empat
"Kami membutuhkan arah baru yang dapat membantu memperkuat kekuatan kami dan mengembangkan pemain berkualitas," imbuhnya.
Sepak bola Vietnam harus mengikuti jalannya sendiri, terus melatih pemain dan memperluas kesempatan bagi pemain Vietnam di luar negeri.
"Kami perlu melakukan kampanye untuk mengajak mereka kembali dan bergabung dengan tim nasional. Meskipun prestasi dapat menyelesaikan banyak masalah, Vietnam tidak dapat menerapkan pendekatan Malaysia. Setiap negara memiliki karakteristiknya sendiri, dan kami perlu mengikuti jalan kami sendiri."
Baca Juga: Bukan Kaleng-kaleng Skuat Naturalisasi Malaysia Habisi Vietnam 4-0, Pelatih Kim Sang-sik Minta Maaf
Sesuai jadwal, pada 31 Maret 2026, Timnas Vietnam akan kembali bertemu Malaysia di kandang sendiri dalam laga Grup F kualifikasi Piala Asia 2026.
Banyak pihak berharap dengan kembalinya Xuan Son dan banyaknya pemain berkualitas, Timnas Vietnam akan bermain lebih baik dibanding saat melawan Malaysia.
Artikel Terkait
Hanafiah Hamidi dan Faishol Djausal Maju sebagai Calon Ketua KONI Lampung
Yamaha Resmi Pinang Toprak Razgatlioglu untuk MotoGP 2026 Gabung Bersama Prima Pramac
Vietnam Terkendala Minim Diaspora, Sulit Ikuti Jejak Naturalisasi Timnas Indonesia
Piala Presiden 2025 Hanya Diikuti 6 Tim, Termasuk Klub Asing
Gregoria dan Ginting Berencana Comeback, Fajar Gandeng Fikri di Japan Open 2025