Ia membandingkan situasi ini dengan pemecatan Shin Tae-yong sebelumnya, yang dilakukan demi mengejar prestasi lebih tinggi.
Baca Juga: MotoGP Belanda: Marc Marquez dan Bagnaia Berbagi Podium, Aprilia Mulai Mengganggu
Maka dari itu, menurut Andre, Kluivert pun harus siap menerima konsekuensi serupa bila target tidak tercapai.
“Anda memecat STY demi hasil yang lebih bagus. Kalau tidak mampu mewujudkan target, ya sebaiknya diganti saja,” imbuhnya.
Andre juga menyoroti besarnya dukungan yang diberikan PSSI kepada Kluivert dan timnya.
Baca Juga: Pahit Manis Karier Kento Momota: Dari Rekor Dunia ke Kecelakaan Tragis
Ia menyebut bahwa tim pelatih asal Belanda ini terdiri dari 14 orang yang mendapatkan fasilitas kelas satu, termasuk perjalanan dengan pesawat kelas bisnis.
“Dukungan PSSI luar biasa. Bandingkan saja, tim pelatih Korea sebelumnya hanya 5 sampai 9 orang."
"Tim Kluivert ada 14 orang, ke mana-mana naik kelas bisnis,” ungkapnya.
Baca Juga: Prediksi Flamengo Vs Bayern Munich: Tim Brasil Lawan Der Panzer
Ia menilai dengan sokongan sebesar itu, kegagalan mencapai target tidak bisa ditoleransi.
Meski PSSI tetap melanjutkan kerja sama dengan KNVB, Andre menyebut masih banyak pelatih asal Belanda lain yang bisa dipertimbangkan jika pergantian pelatih diperlukan.
“Kalau tidak berhasil ke Piala Dunia, ya pecat saja."
Baca Juga: Sambut HUT ke-70 Yamaha Pakai Livery Khusus di MotoGP Belanda
"Tidak masalah kalau mau terus kerja sama dengan KNVB, tapi pelatih Belanda yang lain masih banyak dan lebih berkualitas,” tutupnya.