SportlinkNews - Mantan pebulutangkis tunggal putra nomor satu dunia, Kento Momota, mengungkapkan kisah penuh liku dalam perjalanan kariernya yang berakhir lebih cepat dari harapan.
Setelah resmi pensiun pada akhir tahun lalu, Momota kini mengabdikan diri sebagai pelatih di klub NTT East, tempat yang dahulu membesarkan namanya di dunia bulu tangkis.
Sebagai dua kali juara dunia, Momota kini menjadi sosok inspiratif bagi generasi muda di klub tersebut.
Baca Juga: Dewa United Rekrut Dua Pilar Persib, Siap Bidik Gelar Liga 1
Dalam sebuah wawancara, ia bercerita tentang kehidupannya setelah gantung raket, sekaligus mengenang pahitnya perjalanan karier yang penuh rintangan.
Momota, yang sempat mendominasi nomor tunggal putra dunia, ternyata hanya menikmati masa kejayaan dalam waktu singkat.
Ia mengaku harus melalui tiga peristiwa besar yang mengguncang kariernya.
Baca Juga: Duel Emosional Inter Miami vs PSG, Siap-siap Lionel Messi Bakal Dikeroyok
Musibah pertama terjadi saat ia masih berstatus junior dan tengah berlatih di Indonesia pada 2011.
Di saat bersamaan, kampung halamannya di Jepang dilanda bencana gempa dan tsunami hebat, disusul dengan insiden kebocoran reaktor nuklir.
Situasi ini membuatnya harus berpindah-pindah tempat latihan dan kehilangan stabilitas dalam berlatih.
Baca Juga: Fabio Quartararo Akui Motor Yamaha Lemah di Sirkuit Assen
Kejadian kedua datang dari kesalahan pribadi.
Pada 2016, Momota terlibat kasus perjudian ilegal bersama seniornya, Kenichi Tago.
Artikel Terkait
Paparazzi Pergoki Lamine Yamal Habiskan Rp 84 Juta Sehari Menyewa Kapal Pesiar untuk Bersenang-senang dengan 8 Wanita Misterius
Peminat Jay Idzes Tambah Lagi, Begini Peluangnya di Torino
Mat Sanusi dan Zuwanda Berebut 69 Suara Pada Musorprovlub KONI Jambi
Legenda Jerman Sebut Real Madrid Hadapi Masalah Besar dengan Xabi Alonso
Pemain Pengganti Paulinho Bawa Palmeiras ke Perempat Final Piala Dunia Antarklub FIFA 2025