Dalam situasi ini, Indonesia akan kalah selisih gol head-to-head dari kedua pesaingnya.
Baca Juga: Mengapa Modric dan Gimenez Tidak Masuk Skuat Tur Pramusim Milan
Mari lihat ilustrasinya. Filipina akan memiliki selisih gol +1 (menang 2-0 atas Malaysia, kalah 0-1 dari Indonesia).
Jika Malaysia menang 2-0 atas Indonesia, maka mereka mengantongi selisih 0 (karena sebelumnya kalah 0-2 dari Filipina dan kini menang 2-0 atas Indonesia).
Sementara Indonesia akan mencatat selisih -1 (menang 1-0 atas Filipina, kalah 0-2 dari Malaysia). Akibatnya, Indonesia yang justru terlempar dari persaingan.
Baca Juga: Resmi Kantongi SK dari KONI Pusat, Mat Sanusi Ungkap Target KONI Jambi
Untuk itu, Timnas U-23 Indonesia wajib tampil fokus penuh saat menghadapi Harimau Malaya.
Hasil imbang atau kemenangan sudah cukup untuk memastikan langkah ke semifinal.
Namun, kekalahan dengan margin dua gol atau lebih bisa menjadi bencana, bergantung pada hasil laga lainnya.
Baca Juga: Jay Idzes Main Babak Kedua, Venezia Bungkam Real Vicenza 8-0
Secara performa, Garuda Muda masih menyisakan pekerjaan rumah.
Di laga melawan Filipina, satu-satunya gol kemenangan justru berasal dari gol bunuh diri lawan.
Padahal, anak-anak muda Indonesia menciptakan banyak peluang emas namun gagal dikonversi menjadi gol.
Baca Juga: Terungkap Sains di Balik Teknik Terbaik Untuk Renang
Meski demikian, lini belakang Timnas U-23 Indonesia patut diapresiasi.