timnas

PSSI Tunggu Surat Dua Pemain, Naturalisasi Ditargetkan Selesai Bulan Depan

Kamis, 24 Juli 2025 | 23:31 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dalam jumpa pers di Bidakara, Jakarta, Kamis, 24 Juli 2025. Ia menjelaskan banyak hal mulai dari kualifikasi Piala Dunia, hingga naturalisasi baru. (ISTIMEWA)

"Dalam proses naturalisasi, kita harus hati-hati. Kita tidak mau asal jalan dan pakai segala cara," tambahnya. 

Menurut Erick, prinsip utama yang dipegang PSSI dalam proses naturalisasi adalah soal komitmen dan kecintaan terhadap Timnas Indonesia.

Ia menegaskan bahwa naturalisasi ini tidak untuk kepentingan komersial, melainkan soal kesiapan pemain membela Merah Putih dengan sepenuh hati.

Baca Juga: Niagara Falls Disulap Merah Sambut Tur Pramusim Manchester United di Amerika Utara

"Prototipe kita yang sudah sukses sejauh ini adalah pemain-pemain yang gabung karena cinta Indonesia. Respons dari kedua pemain dan orang tuanya positif, tapi dokumennya belum masuk," kata Erick. 

Erick berharap, kedua pemain calon naturalisasi Timnas itu, prosesnya bisa berjalan berbarengan dengan Mauro Zijlstra yang prosesnya sudah masuk ke Kemenpora. Pihaknya mentargetkan ketiga bisa didaftarkan pada Agustus mendatang. 

"Minggu depan saya akan menghadap Presiden terkait hal ini," jelas Erick.

Baca Juga: Garuda Muda Siap Tempur, Vanenburg Incar Gol dan Kemenangan di 90 Menit

Saat ditanya soal identitas dua pemain tersebut, Erick menolak memberikan bocoran. 

"Saya belum bisa spill karena suratnya kan belum masuk. Saya juga tidak bisa komentar soal semua rumor. Kami di PSSI memilih untuk menjaga proses ini," tegasnya.

Terkait kualitas pemain, Erick menyatakan bahwa pemilihan kandidat naturalisasi selalu mengacu pada kebutuhan tim dan ketersediaan talenta di berbagai kelompok usia.

Baca Juga: Kalahkan AC Milan, Mikel Arteta Puji Penampilan Skuatnya di Tur Asia 2025

Ia mencontohkan sejumlah pemain berdarah Indonesia yang kini mengisi skuat kelompok umur.

"Kita tentu mengecek talent pool sesuai kebutuhan tim dan komitmen mereka. Di U-17, misalnya, ada Mathew Baker, tapi ia bukan naturalisasi karena ibunya orang Indonesia. Di U-20 ada Jens Raven, lalu ada Welber Jardim, ibunya Indonesia, ayahnya Brasil. Jadi kita lihat semua sesuai talent pool yang ada," ujarnya.

"Karena itu kita rekrut Simon Tahamata untuk melihat dan memantau talent pool di kelompok U-17, U-20, U-23, hingga tim senior. Soal Grade A atau B, itu bukan masalah utama, sebab semua tergantung kebutuhan dan kesiapan pemain," ucapnya.  

Baca Juga: Atalanta dan New Balance Luncurkan Seragam Tandang 2025/26 Bergaya Kontemporer

Faktanya, tutur Erick, terkadang pemain memilih negara bukan hanya karena cinta, tapi juga karena ranking FIFA dan peluang bermain (di timnas).

Saat ini, Indonesia berada di peringkat 118 dunia. Erick pun mengingatkan bahwa untuk bisa menarik lebih banyak talenta top, performa timnas dan ranking harus terus ditingkatkan.

"Kalau kita ingin dilirik lebih banyak pemain top, ya ranking kita harus naik dulu. Sekarang kita masih di posisi 118, kalau ingin dilihat negara besar, kita harus masuk ke ranking 50 dunia," tutupnya.

Tags

Terkini