SportlinkNews- Heboh, Timnas Indonesia diwajibkan membayar royalti pemutaran lagu nasional setiap pertandingan di stadion.
Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) menyatakan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam konteks pertunjukan komersial tetap harus membayar royalti.
Kontan, peryantaan tersebut menimbulkan reaksi. Seperti diketahui, setiap pertandingan event olahraga yang menampilkan Indonesia, selalu diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Baca Juga: Shin Tae-Yong Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Pemecatannya dari Timnas Indonesia
Bakan belakangan, timnas Indonesia juga menyanyikan Lagu Tanah Airku di akhir pertandingan bersama-sama dengan suporter. Hal ini sebagai bentuk semangat nasionalisme.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi menanggapi aturan royalti lagu nasional di laga Timnas Indonesia. Yunus menegaskan agar aturan tersebut segera dihapus karena berbagai alasan.
Dua lagu yang berpotensi kena aturan royalti adalah Indonesia Raya dan Tanah Airku. Kedua lagu itu memang sering diputar ketika sebelum, dan sesudah pertandingan Timnas Indonesia di stadion.
Baca Juga: Piala Kemerdekaan 2025: Nova Arianto Siapkan Rotasi Besar Hadapi Uzbekistan
Yunus mengatakan, dua lagu ini mencerminkan semangat juang para pemain serta bangsa Indonesia sebelum maupun sesudah pertandingan. Pengadaan royalti bisa saja menciderai semangat itu.
"Lagu-lagu kebangsaan ini menjadi perekat dan pembangkit nasionalisme, sekaligus memicu rasa patriotisme bagi anak bangsa ketika menyanyikannya. Menggema di Stadion GBK dengan puluhan ribu suporter menyanyikan lagu ini, ada yang merinding bahkan ada yang menangis. Itulah nilai-nilai yang terkandung dalam lagu kebangsaan ini," ucap Yunus Nusi.
Bahwa lagu-lagu kebangsaan ini menjadi perekat & pembangkit nasionalisme serta menjadi pemicu rasa patriotisme bagi anak2 bangsa ketika menyanyikan lagu ini.
Baca Juga: Kau Ular! Pertengkaran Sengit Derek Chisora dengan Dillian Whyte setelah Skandal Narkoba
Lebih lanjut Yunus Nusi juga meyakini para pencipta lagu nasional yang sering dinyanyikan suporter dalam pertandingan Timnas Indonesia, tidak akan berpikir untuk mendapatkan keuntungan finansial dari royalti.
"Sang pencipta lagu ini dengan ikhlas mempersembahkan dan menciptakannya di tengah perjuangan bangsa untuk memerdekakan diri dari belenggu penjajah. Kami yakin tidak pernah terbersit di benak sang pencipta bahwa lagu ini kelak harus dibayar bila setiap individu atau elemen mana pun menyanyikannya."
"Mereka menciptakan lagu ini dengan tulus, sebagai lagu perjuangan yang ditujukan untuk anak bangsa, tanpa mengharapkan imbalan," kata Yunus Nusi menambahkan.
Yuk gabung channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Super League, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, Sport Science, Culture, Fashion hingga seputar KONI. Klik di sini (JOIN)