timnas

Direktur Teknik PSSI: Alexander Zwiers Ungkap Kunci Sukses Bersama Yordania, Siap Terapkan di Sepak Bola Indonesia

Senin, 25 Agustus 2025 | 22:06 WIB
PSSI mengumumkan secara resmi Alexander Zwiers sebagai Direktur Teknik Indonesia yang baru di Jakarta, 25 Agustus 2025. Dia merupakan mantan Dirtek Federasi Sepak Bola Yordania. (PSSI)

SportlinkNews – Direktur Teknik baru PSSI, Alexander Zwiers diperkenalkan secara resmi oleh PSSI, Senin, 25 Agustus 2025.

Dalam sesi pengenalan di kawasan Senayan, ia pun membagikan pengalaman berharganya selama enam tahun masa jabatannya sebagai Direktur Teknik Federasi Sepak Bola Yordania (JFA). 

Sejak ditunjuk pada 2019, Zwiers mencatatkan transformasi signifikan dengan membawa Yordania naik dari peringkat FIFA 98 menjadi peringkat 64 dunia, sekaligus untuk pertama kalinya mengantarkan mereka lolos ke Piala Dunia.

Baca Juga: Bojan Hodak Soroti Finishing Persib Usai Ditahan Imbang PSIM Yogyakarta

Bukan hanya itu, bersama Jordania, Zwiers juga berhasil memimpin strategi transformasi tim nasional dan mengembangkan usia muda, termasuk menjadi finalis Piala Asia 2024, juara WAF di berbagai kelompok usia, serta juara Arab Cup di sepak bola wanita.

Ia juga merintis sistem jalur pembinaan pemain dari U10 hingga U23, membangun Unit Talent Identification, pusat pengembangan regional, serta meluncurkan program Football for Schools yang memberi dampak bagi ribuan anak di Jordania. 

Zwiers pun  berperan besar dalam meningkatkan kualitas pelatih dengan menjadikan Jordania sebagai anggota AFC Pro Convention, menyusun kurikulum lisensi kepelatihan spesialis, serta menciptakan sistem pengembangan personal untuk pelatih. 

Baca Juga: Debut Bruno Tubarao di Persija, Mauricio Souza Beri Penilaian

Menurut Zwiers, keberhasilan tersebut bukan hasil kerja individu, melainkan hasil dari sebuah sistem yang terstruktur dan berkelanjutan. 

"Kesuksesan tidak datang dari satu orang, tapi dari sistem yang tepat. Anda perlu  membangun jalur yang jelas bagi pemain berbakat, menyediakan pelatih yang memahami kebutuhan pemain, serta menciptakan sistem pendidikan dan kompetisi yang sesuai level agar perkembangan mereka optimal," jelasnya.

Zwiers menekankan bahwa pembangunan sepak bola harus dimulai dari akar rumput, menciptakan jalur dari pemain desa hingga tim nasional senior.

Baca Juga: Debut Jobe Bellingham Berakhir Ricuh, Ayahnya Ribut dengan Petinggi Borussia Dortmund

Selain itu, peran klub juga sangat penting untuk menciptakan kompetisi berbasis level yang kuat, kompetitif, dan menyenangkan.

"Sistem kompetisi yang tepat, pendidikan pelatih, identifikasi bakat, hingga scouting internasional adalah fondasi penting. Namun yang paling utama adalah identitas," tegasnya.  

"Sepak bola Indonesia harus punya identitas yang jelas, bagaimana kita ingin bermain, dan bagaimana filosofi itu mencerminkan nilai bangsa. Identitas inilah yang akan menjadi dasar dalam menyatukan federasi, tim nasional, dan masyarakat," kata Zwiers kemudian.

Baca Juga: Hasil Buruk Alex Marquez di Balaton Park, Jarak Poin dengan Marc Melebar

Dengan pengalaman yang dimilikinya, Zwiers optimistis dapat membantu Indonesia menata ulang filosofi dan struktur pengembangan sepak bola nasional.

Ia menegaskan, visi besar PSSI harus diarahkan pada pembangunan sistem berkelanjutan agar Timnas Indonesia tidak hanya mencetak prestasi sesaat, melainkan mampu bersaing di level internasional secara konsisten.

Tags

Terkini

Calvin Verdonk Tinggalkan Timnas Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 | 09:27 WIB