Menurut Simon, apabila seorang pemain benar-benar ingin membela tim nasional, maka ia akan berusaha maksimal untuk hadir.
Baca Juga: Berharap Menpora Hadir, Peserta Rakernas KONI Tumpahkan Kekecewaan Pada Deputi 4
Ia menegaskan bahwa komitmen penuh diperlukan, bukan hanya separuh.
Meski memahami adanya faktor pribadi seperti keluarga maupun jarak jauh dari Eropa ke Indonesia, Simon menekankan bahwa keputusan membela Timnas menyangkut lebih dari sekadar karier individu.
Ada tanggung jawab besar kepada masyarakat dan para suporter.
Baca Juga: Tinggalkan Manchester City, Ederson Membuka Lembaran Baru di Fenerbahce Siap Cetak Sejarah
“Setiap pemain harus sadar akan pengorbanan penonton."
"Mereka membayar tiket, mereka berteriak mendukung di stadion."
"Itu semua adalah bentuk dukungan yang luar biasa."
Baca Juga: ISSS 2025: Sinergi untuk Masa Depan Olahraga Indonesia
"Jika tidak ada penonton, tentu terasa sulit. Karena itu, bermain di Timnas juga soal menghargai pengorbanan suporter,” tegasnya.
Simon menambahkan, membela Timnas Indonesia juga berkaitan dengan kepercayaan publik.
Ia mengingatkan bahwa antusiasme suporter selalu tinggi, terbukti dari stadion yang kerap dipenuhi puluhan ribu penonton.
Baca Juga: 23 untuk 23: Nike Meningkatkan Standar Sepatu Kets Signature ke-23 LeBron James
“Lihat saja, di Gelora Bung Karno bisa maksimal 60 ribu orang datang. Mereka ingin melihat pemain dengan jersey Timnas."