timnas

Timnas Indonesia: Rasa, Keadilan dan Etika

Kamis, 9 Oktober 2025 | 19:32 WIB
Suryansyah, Ketua Komisi Seksi Wartawan Olahraga Indonesia (Siwo) PWI Pusat.

  • SURYANSYAH
    Ketua Komisi Siwo PWI Pusat

SportlinkNews - Sepak bola bukan soal menang-kalah. Tidak melulu bicara angka atau statistika. Ada drama selama 90 menit di medan laga.

Lebih dari itu. Sepak bola juga tentang rasa, keadilan dan etika. Semua itu terkemas di dalam jiwa ksatria. Tercermin pada setiap individu pemain maupun pecintanya.

Saya merekam itu saat timnas Indonesia kalah 2-3 dari tuan rumah Arab Saudi. Di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Kamis 9 Oktober 2025 dini hari WIB.

Jay Idzes dan kawan-kawan telah mengeluarkan seluruh tenaga. Keringat mereka terkuras di bawah suhu 29 derajat Celcius.

Baca Juga: Arab Saudi 3-2 Indonesia: Jalan Makin Terjal

Skuat Garuda nyaris membuat 'Gempa Bumi' kedua seperti di Jakarta. Ketika dua gol Marselino Ferdinan membius Arab Saudi 2-0.

Kini, unggul lebih dulu, Tim Merah Putih akhirnya tak kuasa dibombardir the Green Falcon dalam 90+9 menit yang melelahkan.

Tapi, Jay Idzes cs mengajarkan kita kegigihan dan gairah. Di tengah tekanan tinggi. Di antara luapan emosi. Pemain ber-DNA separoh Indonesia justru mengajarkan kita bagaimana menjaga marwah sepak bola.

Baca Juga: Ketum KONI Pusat Singgung Inovasi Olahraga Bermotor Kepada Moreno

Terlepas dari skema 4-3-3 yang diterapkan coach Patrick Kluivert yang membuat saya-- mungkin juga penikmat sepak bola Indonesia- menggerutu dalam hembusan angin dini hari yang nakal.

Hari ini-- sesuai laga- media sosial X dibanjiri dengan pertanyaan yang menggangu waktu tidur saya.

Kenapa Rizky Ridho dan Justin Hubner tidak dimainkan? Padahal keduanya sudah sehati dengan Jay Idzes di sendi belakang.

Baca Juga: Suporter dan Keluarga Pemain Timnas Indonesia Korban Diskriminatif Arab Saudi, FIFA dan AFC Dituntut Investigasi

Kenapa Marc Klok, Yacob Sayuri dan Beckham Putra jadi starter? Mengapa Ole Romeny terlambat dimainkan? Kluvert telat menurunkan Thom Haye sang profesor. Dan sebait 'nyanyian jiwa' lainnya.

Halaman:

Tags

Terkini