Contohnya, Marc Klok yang sudah lama absen langsung dimainkan sebagai starter, sementara Thom Haye yang tampil konsisten justru dicadangkan.
Baca Juga: Bakal Ditinggal Mike Maignan, AC Milan Bidik Dua Kiper Baru
Yakob Sayuri, yang biasanya bermain di sayap, bahkan dipaksa menjadi bek kanan.
Eksperimen ini membuat lini pertahanan Indonesia mudah ditembus lawan.
Selain itu, Kluivert juga dikritik karena tidak menetap di Indonesia selama menjabat pelatih kepala.
Baca Juga: PON Bela Diri 2025 Jadi Proyek Percontohan Model Multi-Event Tematik KONI
Ia bersama staf asal Belanda disebut hanya datang menjelang laga FIFA Matchday, berbeda dengan para pendahulunya seperti Luis Milla dan Shin Tae-yong yang memilih tinggal di Tanah Air untuk memantau perkembangan pemain secara langsung.
Isu perpecahan di ruang ganti juga mencuat setelah kekalahan dari Arab Saudi.
Beberapa pemain seperti Thom Haye, Kevin Diks, dan Marc Klok dikabarkan sempat terlibat perselisihan di lapangan.
Baca Juga: Mikel Arteta Catat Rekor 300 Pertandingan Bersama Arsenal Saingi Arsene Wenger
Situasi itu diperburuk dengan unggahan media sosial sejumlah pemain yang menunjukkan ketidakharmonisan di internal tim.
Selain persoalan taktik dan komunikasi, Kluivert juga disorot karena memanggil pemain yang dianggap sudah melewati masa keemasannya.
Nama-nama seperti Marc Klok dan Stefano Lilipaly dinilai tak lagi dalam performa terbaik, sementara pemain muda potensial seperti Ivar Jenner dan Nathan Tjoe-A-On justru tersingkir dari skuad utama.
Baca Juga: Judo Jabar Kuasai Nage No Kata, Jateng Dominasi Juno No Kata di PON Bela Diri 2025
Kritik terakhir yang paling tajam adalah soal kurangnya pemahaman Kluivert terhadap peta kekuatan sepak bola Asia.