Mereka yang dibilang DNA-nya separo Eropa (pemain naturalisasi) saja meluapkan emosi. Apalagi kita yang lahir di bumi nusantara ini.
Lihat mata Jay Idzes, Calvin Verdonk, Maarten Paes, dan Ole Romeny. Mereka berkaca-kaca. Tak kuasa menahan air mata tumpah. Bahkan Thom Haye- sang profesor- tersungkur sesugukan menangis di lapangan.
Ini bukan air mata buaya. Bukan drama pemain Timur Tengah. Saya yakini mereka benar-benar terluka. Tersayat perih hatinya. Impiannya kandas. Mimpi tampil di Piala Dunia. Itu tekad mereka saat dinaturalisasi.
Baca Juga: Dewa United Banten Resmi Kenalkan Pelatih Barunya dari Spanyol, Siap Bersaing di IBL dan BCL Asia
"The dream is over and it hurts a lot," tulis Calvin Verdonk di akun media sosialnya.
Kalimat itu sangat menyentuh. Verdonk, apa yang Anda rasakan sama dengan kita semua. Air mata dan kerja kerasmu takkan sia-sia. Terima kasih sudah berjuang untuk Garuda.
Saya tidak ragu menyebut mereka kstaria. Semua pemain yang terlibat dalam perjalanan timnas Indonesia. Mereka pahlawan sepak bola.
Mereka mengantar kita jauh melangkah. Meski belum sampai ke langit Amerika. Tempat Piala Dunia 2026 dilangsungkan.
Baca Juga: Kata-kata Jay Idzes Usai Timnas Indonesia Dikalahkan Irak
Saya salut dengan kapten Jay Idzes. Pemain Sassuolo- Liga Italia- ini bukan hanya komandan lapangan. Bukan hanya mengayomi rekan setimnya.
Ia juga sibuk mendinginkan hati suporter di Tanah Arab yang kecewa dengan wasit. Sikapnya mengajarkan kita tentang sportivitas dan loyalitas.
Saya memahami kekecewaan suporter. Ini sebagai bentuk kecintaan terhadap tim Merah Putih. Mereka berharap skuat Garuda terbang tinggi. Sekalipun sayapnya patah. Dadanya terasa nyeri.
Kerinduan tampil di Piala Dunia sudah terlalu lama. Saya pun merasakan demikian. Ketika meliput langsung Piala Dunia 2006 di Jerman. Hati ini terasa hampa, tak ada Timnas Indonesia di sana.
Baca Juga: Suporter PSM Makassar Berharap Besar Pada Sang Pelatih Caretaker Ahmad Amiruddin
Patrick Kluivert mungkin gagal. Tapi, ia bukan tukang sulap di masa transisi dari Shin Tae-yong. PSSI juga belum berhasil. Meski skuat timnas Indonesia sudah berubah wajah. Dengan wajah pemain kelahiran Belanda.