Kabar pemecatan itu pun langsung menghidupkan harapan publik Indonesia.
Banyak pihak berharap PSSI dapat memulangkan Shin Tae-yong ke kursi pelatih kepala Timnas Indonesia, mengingat rekam jejak impresifnya selama menukangi skuad Garuda.
Baca Juga: PON Bela Diri 2025: Kisah Emas dari Pegulat Veteran Jatim
Sejak ditunjuk pada Desember 2019, Shin Tae-yong sukses membawa sejumlah prestasi bersejarah.
Ia mengantarkan Indonesia lolos ke Piala Asia dua edisi berturut-turut, dan membawa tiga kelompok umur tim nasional lolos ke turnamen yang sama lewat jalur kualifikasi.
Puncaknya, di bawah kepemimpinannya, Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah menembus ronda ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan bahkan menumbangkan Arab Saudi, salah satu tim kuat Asia.
Baca Juga: PON Bela Diri 2025 Jadi Model Seleksi dan Pembinaan Atlet Nasional
Namun, semua harapan tersebut seketika pupus setelah Shin Tae-yong memberikan klarifikasi.
Dalam wawancara dengan KBS, ia membantah rumor kembalinya ke Indonesia dan menjelaskan penyebab kegagalannya di Ulsan HD.
“Saya rasa kegagalan saya di Ulsan disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap urusan internal klub,” ujar Shin Tae-yong.
Baca Juga: PON Bela Diri 2025: Jawa Barat Sementara Dominan, Baru Enam Provinsi Raih Emas
“Namun, saya sepenuhnya tidak setuju jika taktik saya dianggap usang."
"Orang-orang sering meremehkan pengalaman saya di Indonesia, padahal bagaimana mungkin tim peringkat 127 FIFA bisa mengalahkan Arab Saudi atau menahan imbang Australia? Itu omong kosong.”
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar Ulsan HD yang terus memberikan dukungan.
Baca Juga: Mode Anti-Tren Menguasai Dunia Sepak Bola