SportlinkNews - Ketua Panitia Penyelenggara PON Bela Diri 2025, Suwarno, menyampaikan perkembangan positif dari gelaran multi-event olahraga bela diri pertama di Indonesia yang berlangsung di Kudus, Jawa Tengah.
Hingga hari kedua pelaksanaan, baru enam provinsi berhasil meraih medali emas, dengan Jawa Barat tampil dominan di puncak klasemen sementara hingga Senin, 13 Oktober 2025, pukul 16.00 WIB.
"Dari beberapa data, baru enam provinsi yang meraih emas. Jawa Barat mengoleksi 10 emas, disusul DKI Jakarta dengan 5 emas, Jawa Tengah 3 emas, serta Banten, Jawa Timur, dan Riau masing-masing 1 emas," ujar Suwarno.
Baca Juga: Mode Anti-Tren Menguasai Dunia Sepak Bola
Meski begitu, antusiasme daerah lain tetap tinggi. Tercatat sudah 12 provinsi yang berhasil meraih medali, meski sebagian besar masih berupa perak dan perunggu.
Menurut Suwarno, kondisi ini menunjukkan semangat kompetisi dan pemerataan potensi bela diri di berbagai wilayah Indonesia.
Suwarno mengakui bahwa penyelenggaraan PON Bela Diri kali ini diwarnai sejumlah tantangan, terutama terkait efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Hal itu yang menurutnya turut memengaruhi kemampuan KONI daerah dalam mengirimkan kontingen penuh ke Kudus.
Baca Juga: Meningkatkan Kinerja Atlet Dayung dengan Sport Science
"Situasi yang dihadapi KONI provinsi cukup berat karena efisiensi anggaran dari pusat. Dampaknya terasa di KONI daerah dalam mengirimkan atlet. Hanya KONI Papua Pegunungan yang absen, sehingga dari total 38 provinsi, ada 37 provinsi yang ikut berpartisipasi," jelasnya.
Beberapa daerah, lanjut Suwarno, mendapat dukungan langsung dari KONI daerah lain atau pengprov cabor, baik dalam bentuk dana maupun logistik. Dukungan itu membuat jumlah peserta tetap tinggi, dengan total 2.416 atlet yang bertanding.
Hari ini, cabang tarung derajat dan gulat dipertandingkan empat nomor, sementara judo dan taekwondo masing-masing menampilkan enam nomor.
Baca Juga: Barcelona dan Real Madrid Berebut Talenta Top dari Meksiko
Suwarno memberikan apresiasi besar kepada pihak Djarum Foundation dan masyarakat Kudus atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan ajang ini.
Selain menyediakan dua GOR baru yang dibangun khusus untuk PON Bela Diri, pihak Djarum juga membantu menyediakan akomodasi dan konsumsi khas Kudus bagi para kontingen.
"Dukungan Djarum sangat luar biasa. Mereka menyediakan fasilitas lengkap, termasuk penginapan dan makanan khas Kudus, sehingga atlet tidak perlu pergi jauh untuk kebutuhan mecari makanan," ungkapnya.
Baca Juga: Misteri Jude Bellingham Tak Masuk Kalender Real Madrid 2026
Pelatnas Ikut
Menariknya, sebagian atlet yang turun di PON Bela Diri 2025 merupakan anggota pelatnas (pelatihan nasional) yang sedang dipersiapkan untuk tampil di SEA Games 2025 pada Desember mendatang, khususnya di cabang Judo.
"Beberapa atlet pelatnas ikut serta sebagai bagian dari pemantapan menuju SEA Games. Event ini sekaligus menjadi ajang penentuan atlet dan kategori usia, yang pengaturannya kami serahkan kepada induk cabang olahraga," tutur Suwarno.
Namun, bagi atlet pelatnas yang tidak ikut bertanding, ajang ini menjadi kesempatan emas bagi atlet-atlet daerah untuk menunjukkan kemampuan mereka di tingkat nasional.
Baca Juga: Misteri Jude Bellingham Tak Masuk Kalender Real Madrid 2026
"Khusus cabang judo, misalnya, ajang ini juga menjadi kualifikasi awal untuk mengumpulkan poin menuju PON berikutnya. Jadi selain pembinaan, ini juga bagian dari sistem seleksi berjenjang," tambahnya.
Artikel Terkait
PON Bela Diri Resmi Duka, Diharap Menuai Prestasi
Judo Jabar Kuasai Nage No Kata, Jateng Dominasi Juno No Kata di PON Bela Diri 2025
PON Bela Diri 2025 Jadi Proyek Percontohan Model Multi-Event Tematik KONI
PON Bela Diri 2025: Laga Panas Pembuka Taekwondo, Dhimas Prasetyo Antar DKI Jakarta Raih Emas Perdana
Delapan Emas dari Arena Taekwondo, Jawa Barat Puncaki Klasemen Sementara PON Bela Diri 2025