SportlinkNews - Nasib Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia tengah berada di ujung tanduk setelah gagal mewujudkan target lolos ke Piala Dunia 2026.
Kini, perbincangan yang muncul bukan hanya soal performa timnas di lapangan, tetapi juga berapa besar biaya kompensasi yang harus ditanggung PSSI jika memutus kontraknya lebih awal.
Kluivert, yang ditunjuk PSSI dengan harapan membawa Timnas Indonesia menembus panggung dunia, gagal memenuhi ekspektasi setelah Skuad Garuda tumbang dari Irak dalam laga penentuan.
Baca Juga: Dewa United Siap Meladeni Permainan Madura United FC di Banten International Stadium
Kekalahan tersebut menjadi akhir dari mimpi Indonesia menuju Piala Dunia, sekaligus memicu gelombang kritik terhadap sang pelatih.
Selain hasil buruk, sikap Kluivert usai pertandingan turut menuai sorotan.
Saat para pemain mendatangi tribun untuk meminta maaf kepada suporter, ia justru tetap duduk di bangku cadangan tanpa memberi respons.
Baca Juga: Super League Kembali Bergulir Usai Jeda Internasional, Ini Jadwal Pertandingan Pekan ke-9
Gestur itu dianggap tidak pantas oleh publik dan semakin mempertebal seruan agar PSSI segera mengambil tindakan tegas.
Desakan pemecatan Kluivert datang dari berbagai pihak—mulai dari suporter, pengamat sepak bola nasional, hingga warganet di media sosial.
Banyak yang menilai, jika Kluivert tidak mengundurkan diri, maka PSSI perlu segera memutus kontraknya.
Baca Juga: Usai Jeda Internasional Persib Siap Tempur Hadapi PSBS Biak di Super League 2025/26
Namun, keputusan tersebut tentu tidak murah.
Berdasarkan kontrak, pelatih asal Belanda itu masih terikat dengan PSSI hingga akhir Januari 2027.