Setelah turnamen tersebut, talentanya menarik perhatian Stade Brestois, klub Ligue 1 Prancis.
Baca Juga: Seruan Erling Haaland Didiskualifikasi dari Piala Dunia Gegara Potongan Rambut
Tidak butuh waktu lama baginya untuk mendapat kepercayaan di tim utama.
Musim ini, ia sudah tampil delapan kali dan berperan penting dalam pengaturan permainan.
Makalou kini menjadi salah satu penggerak lini tengah Timnas U-23 Mali, menjadikannya ancaman serius bagi ritme permainan Indonesia.
Baca Juga: Juara Dunia Binaraga 2025, Begeni Komentar Binaragawan Indonesia Jefry Wuaten
Nama berikutnya yang juga patut diwaspadai adalah Ibrahim Kanate, sosok yang memiliki rekam jejak kuat sejak tampil di Piala Dunia U-17 2023.
Kanate dikenal sebagai pemain Mali paling berbahaya di sektor depan berkat kontribusinya dalam membawa negaranya meraih peringkat ketiga turnamen tersebut.
Kecepatan dan kelincahannya di sisi sayap menarik minat Anderlecht, raksasa Belgia, yang kemudian merekrutnya pada awal musim 2025-2026.
Baca Juga: Media Amerika Kritik Sistem Pembinaan Sepak Bola Indonesia
Pada usia 19 tahun, ia bahkan sudah mencatatkan debut di tim utama dalam ajang resmi Liga Belgia.
Gabungan pemain-pemain muda bertalenta ini menjadi alasan utama mengapa Timnas U-22 Indonesia harus melakukan evaluasi mendalam sebelum kembali menghadapi Mali.
Kekalahan pada pertemuan pertama menjadi pelajaran penting bahwa lawan memiliki kedalaman skuad yang kuat dan berpengalaman meski berusia muda.
Baca Juga: Asian Championship 2025 Jadi Ajang Pembelajaran Penting Modern Pentathlon Indonesia
Dengan laga uji coba yang tersisa sedikit, duel berikutnya akan menjadi kesempatan penting bagi Garuda Muda untuk memperbaiki performa dan menguji kesiapan mereka menuju panggung SEA Games 2025.