“Nanti setelah bertiga itu kembali ke Indonesia, baru kami akan gelar rapat Exco PSSI,” kata Sumardji.
Baca Juga: Shin Tae-yong Klarifikasi Tuduhan Penganiayaan: Saya Tidak Berniat Menyerang
Jika akhirnya dipilih, Van Bronckhorst membawa rekam jejak mentereng yang dapat menjadi modal penting untuk timnas Indonesia.
Sebagai pemain, kariernya mencapai puncak saat berseragam Barcelona.
Ia membantu Blaugrana meraih gelar Liga Spanyol 2005–2006 pada era ketika rival utama mereka, Real Madrid, menyandang status Los Galacticos berkat deretan bintang seperti Zinedine Zidane, Ronaldo Nazario, Luis Figo, dan David Beckham.
Baca Juga: Dihajar KO Ben Whittaker Ronde Pertama, Benjamin Gavazi Ambruk Butuh Bantuan Oksigen
Saat itu, Barcelona finis di peringkat teratas dengan 82 poin, unggul 12 angka dari Madrid.
Van Bronckhorst turut ambil bagian penting dengan mencatat 19 penampilan dan tiga assist sepanjang musim tersebut.
Kesuksesan tidak berhenti di level pemain.
Baca Juga: KONI Banten Punya Anggota Baru Badan Fungsional PPKORI
Setelah gantung sepatu, ia menapaki karier kepelatihan dan kembali meraih prestasi besar bersama Feyenoord.
Di bawah arahannya, klub asal Rotterdam tersebut menjuarai Liga Belanda 2016–2017, memutus dominasi Ajax dan PSV yang menguasai Eredivisie selama enam tahun sebelumnya.
Perjalanannya kemudian membawanya ke Skotlandia, di mana ia kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih dengan mempersembahkan gelar liga untuk Rangers pada musim 2021–2022.
Baca Juga: Lionel Messi Pecahkan Rekor Assist Legendaris Real Madrid tapi Bukan Ronaldo
Klub terakhir yang ia tangani sebelum bergabung dengan Liverpool adalah Besiktas, salah satu raksasa Turki.