timnas

SEA Games 2025: Timnas U-22 Indonesia Gagal, Amali Bela Diri Singgung TC Cuma Sebentar

Minggu, 14 Desember 2025 | 11:28 WIB
Timnas U-22 Indonesia gagal ke semifinal SEA Games 2025. (PSSI)

 


SportlinkNews - Timnas U-22 Indonesia harus angkat koper dari Thailand. Skuat Indra Sjafri tersingkir di fase grup SEA Games 2025.

Kegagalan Garuda Muda mempertahankan medali emas di SEA Games 2025 Thailand memantik sorotan tajam publik.

Hasil terburuk ini menjadi ulangan setelah 16 tahun. Wakil Ketua Umum PSSI Zainuddin Amali akhirnya buka suara.

Baca Juga: Rafael Struick Dikartu Merah Usai Laga Myanmar, Ini Penjelasan Manajer Timnas U-22 Indonesia

Namun alih-alih bicara soal tanggung jawab atas target emas yang sejak awal digembar-gemborkan, Amali justru menekankan soal pendeknya masa persiapan sebagai faktor utama kegagalan.

Menurut Amali, hasil buruk ini tidak bisa dihitung secara matematis dan harus diterima sebagai dinamika sepak bola.

“Ya itulah sepak bola, bukan hal yang bisa dihitung secara matematis. Kenyataan di lapangan bisa berbeda dengan hitungan kita. Bahkan kita sudah menargetkan maksimal seperti yang lalu,” kata Amali, Sabtu (13/12/2025).

Oleh karena itu, saat sebelum berangkat ke SEA Games, dirinya berani memasang target medali emas, yang berbeda dengan pemerintah (Kemenpora) yang membebankan medali perak.

Baca Juga: Atalanta 2-1 Cagliari: Dua gol Scamacca Melengkapi Pekan Ideal La Dea

Atas dasar itulah, ia meminta jangan mencari kambing hitam atas kegagalan ini.

“Kita jangan mencari siapa yang salah dan sebagainya. Itu kurang bagus,” ujarnya.

Amali kemudian membandingkan langsung dengan keberhasilan SEA Games 2023 yang berbuah emas. Ia menyebut generasi emas saat itu dibangun lewat TC panjang hingga hampir tiga tahun, sesuatu yang tidak terjadi pada tim SEA Games 2025.

Baca Juga: Woodball Indonesia Bidik Emas Usai Tambah Dua Perak di SEA Games Thailand 2025

“Kenapa generasinya Rizky Ridho itu menghasilkan emas? Karena mereka itu berkumpul sejak tahun 2020. Kita kirim ke Kroasia, Spanyol, lalu Turki. Dua tahun lebih, hampir tiga tahun mereka bersama-sama,” ungkap mantan Menpora tersebut.

Menurutnya, durasi kebersamaan itu membentuk chemistry yang kuat—sesuatu yang kini tak dimiliki tim U22.

Halaman:

Tags

Terkini