Baca Juga: IADO Tegaskan 2026 Tahun Krusial, Indonesia Tak Boleh Lagi Terancam Sanksi WADA
Datang ketika klub terpuruk di dasar klasemen, ia mampu meningkatkan perolehan poin hingga 68 persen dan melonjakkan jumlah kemenangan secara signifikan.
Toronto FC juga mencatat delapan clean sheet, lolos ke fase grup Leagues Cup untuk pertama kalinya, serta mencapai final Canadian Championship.
Rasio poin per laga terbaik sejak era Greg Vanney menjadi penanda kebangkitan klub tersebut.
Baca Juga: Debut Niclas Fullkrug di Serie A Nyaris Buka Peluang Emas Bagi AC Milan
Meski tidak selalu tampil spektakuler, perubahan struktural dan budaya kerja yang ditanamkan Herdman membuat Toronto FC kembali kompetitif dalam waktu relatif singkat.
Pola inilah yang kini diharapkan terulang di Indonesia. Ia diminta untuk bukan hanya merancang strategi di pinggir lapangan, melainkan membentuk ekosistem tim, mulai dari mentalitas, disiplin, hingga identitas permainan.
Dengan pendekatan tersebut, PSSI berharap Timnas Indonesia tidak hanya tampil lebih kuat secara teknis, tetapi juga memiliki karakter yang diakui di panggung internasional.
Baca Juga: Kontrak, Tekanan, dan Pembuktian: Babak Baru Vinicius Jr di Madrid
Sementara bagi John Herdman, Indonesia menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya, sebuah tantangan segar di Asia Tenggara untuk kembali membangun, membentuk, dan melampaui ekspektasi.