SportlinkNews - Timnas Indonesia akan menghadapi FIFA Series 2026 tanpa tambahan pemain naturalisasi baru. Pelatih John Herdman menegaskan prioritasnya untuk memaksimalkan para pemain yang sudah ada.
Herdman baru kembali ke Indonesia setelah melakukan safari di Eropa, yang sejatinya bukan untuk mencari nama baru, melainkan untuk memantau perkembangan para pemain lama dalam skuadnya. Pendekatan ini menunjukkan strategi realistis pelatih asal Kanada tersebut.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menegaskan proses naturalisasi pemain baru mustahil. Ia menyebut waktu untuk melakukannya sudah mepet.
"Belum dapat kabar, apalagi ini terlalu dekat ya. Bulan Maret, sekarang sudah Februari. Terlalu dekat untuk melakukan naturalisasi," kata Arya kepada wartawan di Jakarta.
Herdman ingin memastikan dulu kemampuan setiap pemain yang sudah ada sebelum mempertimbangkan tambahan. Menurut Arya, fokus pada skuad yang tersedia jauh lebih masuk akal daripada menambah pemain yang belum pernah diuji di lapangan.
"Mungkin dia melihat yang ada dulu. Yang ada saja kan belum pernah dia coba. Lucu juga kalau dia tambah pemain, tapi yang ada saja dia belum tahu," ucapnya.
Baca Juga: Persib Kehilangan Tiga Pemain Pilarnya di Laga Melawan Ratchaburi, Bojan Hodak Siapkan Penggantinya
FIFA Series 2026 sendiri akan digelar pada 23-31 Maret, dengan Indonesia menjadi salah satu tuan rumah. Laga perdana Garuda dijadwalkan melawan Saint Kitts dan Nevis.
Jika menang, Timnas Indonesia berpeluang melaju ke final menghadapi pemenang Bulgaria vs Kepulauan Solomon. Kekalahan, di sisi lain, akan membawa Pratama Arhan dkk memperebutkan tempat ketiga.
Turnamen ini juga menjadi panggung penting bagi Herdman untuk menilai kesiapan tim, menguji kombinasi pemain, dan menentukan strategi yang paling efektif.
Baca Juga: Layak untuk Sang Ratu: Nike Ungkap Sepatu Edisi Khusus Pertama Alexia Putellas
"Mungkin setelah FIFA Series dia akan lihat apakah ini akan terus, atau bagaimana, atau tambah. Sekarang pasti yang ada dulu, dia mau tahu dulu kemampuan para pemain yang ada," kata Arya.
Keputusan Herdman menahan diri dari menambah pemain diaspora menunjukkan prioritas pada kestabilan tim, kekompakan antarpemain, dan evaluasi performa sebelum mengambil keputusan strategis.