SportlinkNews - Barangkali nama petinju Chuck Wepner adalah nama yang asing di telinga Anda. Tapi dia bukan sembarang petinju.
Dia adalah petinju kulit putih yang sempat membuat petinju legendaris Muhammad Ali terhuyung-huyung saat bertanding di tahun 1975.
Chuck Wepner kelahiran Bayonne, New Jersey, 26 Februari 1939. Dia dijuluki Bayonne Bleeder (orang berdarah dari Bayonne). Dia memang petinju yang penuh darah.
Baca Juga: Film Ellyas Pical, Denny Sumargo: Ini Tentang Anak Bangsa yang Meninju Dunia
Dalam karier profesionalnya, Wepner telah menjalani 52 pertandingan. Sebanyak 36 pertandingan dimenangkannya.
Lawan Wepner adalah tokoh-tokoh tinju terkenal seperti Buster Mathis, George Foreman, Joe Bugner, Ernie Terrell dan Muhammad Ali.
Tetapi, menurut Wepner, pertarungannya dengan Sonny Liston pada 1970 merupakan titik balik kariernya.
"Ia mematahkan hidung saya, saya butuh 71 jahitan dan rahang saya retak. Saya masih mencoba mengejarnya pada ronde ke-10 tetapi dokter memberhentikan ronde karena saya mengeluarkan terlalu banyak darah," kisahnya.
"Sepanjang karier, saya mendapat 328 jahitan. Hidung saya sudah patah sembilan kali dalam 16 tahun terakhir. Dan itu tidak pernah menganggu saya," kata Wepner kepada BBC Sport.
Karena mukanya seringkali terluka saat bertarung dalam area tinju, ia mendapatkan julukan, Bayonne Bleeder.
Wepner memang berasal dari lingkungan yang keras di Bayonne. Hukum rimba berlaku di daerahnya. Siapa kuat dia berkuasa.
"Di tempat saya dibesarkan, selalu ada dua atau tiga geng. Anda harus ke sana dan mengalahkan pria paling kuat untuk bertahan hidup, itu sudah saya lakukan. Saya dulu berkelahi hampir setiap minggu," ungkapnya.
Namun, kekuasaan Wepner di jalanan tidak berlangsung lama. Wepner yang saat itu berusia 15 tahun kemudian mendaftar ke Marinir dengan dokumen palsu dan diterima.
Tiga tahun kemudian Wepner memutuskan keluar dari Marinir dan mulai menggeluti tinju setelah mengikuti turnamen tinju tingkat amatir New York Golden Gloves.
Artikel Terkait
Apa yang Dapat Anda Lakukan dengan Gelar Sport Science
Liga 1 Ditunda Demi Timnas di Piala Asia U-23
Akhiri Paceklik Juara Setelah 3 Tahun, Peluang Rinov/Pitha Lolos ke Olimpiade 2024 Sangat Terbuka
Johan Zarco: Honda Belum Tahu Apa yang Harus Dilakukan pada Motornya