Film itu melambungkan karier Sylvester Stallone, dan menjadi salah satu kisah paling terkenal di era modern.
Ya, Chuck Wepner adalah sosok nyata yang menginspirasi karakter petinju fiktif Rocky Balboa.
Pasca Kekalahannya dari Ali
Dalam upayanya untuk meraup untung lebih, Don King mengatur agar Wepner bertarung dengan pegulat legendaris Andre Rene Roussimoff, atau yang lebih dikenal dengan sebutan 'Andre Si Raksasa'.
Pertarungan tersebut diselenggarakan sebagai program acara pendukung atau undercard pertandingan Ali di Shea Stadium di New York. Wepner kalah setelah hitungan habis.
Lantaran tidak memiliki pelatih yang profesional, Wepner pun akhirnya hidup serampangan. Ia juga melakukan pekerjaan-pekerjaan lain, di samping profesinya sebagai petinju.
Dia pun menjadi penjual minuman keras di bar-bar. Selain itu dia juga menjadi debt collector.
Baca Juga: Petinju Wanita Vietnam Berburu Tiket Olimpiade 2024
Setelah dirinya benar-benar pensiun dari dunia tinju pada 1979, keadaan mulai memburuk. Wepner sering berpesta dan mengonsumsi banyak kokain.
Kondisi tersebut membuatnya gagal dalam audisi untuk film Rocky II. Akhirnya Stallone yang terpilih dan selanjutnya menjadi besar namanya lewat film Rocky.
Pada 1985, ia ditemukan bersalah karena menyimpan narkoba dan divonis 10 tahun penjara. Hukuman ini mengirimnya ke Penjara Northern State di Newark.
Di penjara, Wepner secara sukarela membimbing tim tinju di penjara. Tapi gagal akibat ‘kurang personel’, Wepner diberi pembebasan bersyarat selama tiga tahun.
Menggugat Stallone
Wepner kemudian menggugat Stallone dan meminta kompensasi atas peran dia dalam menginspirasi waralaba film Rocky.
Kasus gugatan itu diselesaikan dengan jumlah bayaran yang tak dibuka ke publik pada 2006.
Artikel Terkait
Apa yang Dapat Anda Lakukan dengan Gelar Sport Science
Liga 1 Ditunda Demi Timnas di Piala Asia U-23
Akhiri Paceklik Juara Setelah 3 Tahun, Peluang Rinov/Pitha Lolos ke Olimpiade 2024 Sangat Terbuka
Johan Zarco: Honda Belum Tahu Apa yang Harus Dilakukan pada Motornya