Tetapi, menurut Wepner, pertarungan pertengahan kariernya dengan Sonny Liston pada 1970 merupakan titik balik kariernya.
"Setelah pertarungan dengan Liston, saya sempat nyaris koma dan saya sampai syok. Dokter saya memberitahu ibu saya bahwa saya lumayan terpukul berat."
"Saya benar-benar memikirkan apakah saya ingin terus saja. Tapi kemudian saya berpikir, saya harus mencoba, saya harus mencoba lagi. Saya harus mencobanya sekali lagi," tekadnya.
Chuck Wepner kembali ke arena dan setelah dua kemenangan dan tiga kekalahan, dia meraih delapan kemenangan beruntun antara 1972 hingga 1974.
Melawan Muhammad Ali
Prestasi Wepner menarik perhatian Don King, seorang promotor tinju terkenal di AS. Dia berencana mempertemukan Wepner dengan Muhammad Ali.
King menyebut pertarungan antara Wepner dan Ali, di Richfield Coliseum, sebagai pertarungan yang ‘memberi kesempatan bagi orang kulit putih’. Ketika itu olahraga tinju kelas berat didominasi oleh pria kulit hitam.
Saatnya pun tiba ketika Chuck Wepner berhadapan dengan Muhammad Ali. Wepner bertanding dengan berani tanpa memikirkan kekalahan.
Baca Juga: Pelatih UFC Ini Kritisi Pertandingan Mike Tyson Vs Jake Paul
"Siasat saya adalah untuk menekan dia, membuat dia lelah, dalam paling tidak empat dari lima ronde, mungkin melawannya dalam ronde-ronde berikutnya."
"Jadi saya mendesaknya, saya melempar pukulan badan. Saya seharusnya bisa menang tiga atau empat dari ronde itu."
"Tetapi bagi juri, jika berhadapan dengan Ali, Anda harus bisa mengkanvaskannya untuk mengalahkannya."
Para penonton, mulai memperhatikan gaya bertinju Wepner yang tak terduga. Mereka mulai mendukung sang underdog dengan teriakan "Chuck! Chuck!" yang bergema sekitar arena.
Terdorong oleh dukungan para penonton, Wepner mampu menemukan celah dalam pertahanan Ali.
Pada ronde kesembilan, ia segera mengambil kesempatan untuk mengeksploitasinya.
Artikel Terkait
Apa yang Dapat Anda Lakukan dengan Gelar Sport Science
Liga 1 Ditunda Demi Timnas di Piala Asia U-23
Akhiri Paceklik Juara Setelah 3 Tahun, Peluang Rinov/Pitha Lolos ke Olimpiade 2024 Sangat Terbuka
Johan Zarco: Honda Belum Tahu Apa yang Harus Dilakukan pada Motornya