Sementara Frampton berkata: "Saya pikir kita semua menyukai Dubois, dia orang yang menyenangkan."
"Tetapi jika ada seseorang yang tidak kita sukai, kita akan mengatakan dia orang yang mudah menyerah. Dan saya pikir dia menyerah di situ saja," kata Frampton.
"Saya harus jujur, sebut saja apa adanya, dia berlutut karena terkena tembakan di mata.
Baca Juga: 3 Jenis Pisang Terbaik untuk Atlet: Manfaat dan Kandungan Gizinya
"Matanya kacau, matanya tertutup tetapi saya diseret keluar dari ring. Saya tidak akan berlutut dan ditarik keluar."
Dubois menanggapi kemunduran itu dengan memenangkan empat pertarungan berikutnya untuk menyiapkan pertarungan dengan juara dunia Oleksandr Usyk, yang telah dua kali mengalahkan Joshua.
Sekali lagi petinju London itu bertarung dengan baik dan mengira ia telah mencetak knockdown, tetapi wasit menilai pukulannya berada di bawah ikat pinggang sebelum Usyk menunjukkan kelasnya dan memastikan kemenangan KO di ronde kesembilan.
Baca Juga: Keuntungan Jadwal Persija Jakarta Jelang Duel Kontra Persib Bandung di El Clasico Indonesia
Dubois merasa pesimis setelah kekalahan itu tetapi Usyk meyakinkannya tentang potensinya dan mengatakan kepadanya untuk tidak menyerah untuk menjadi juara dunia.
Petinju Ukraina itu berkata kepadanya di atas ring: "Tidak buruk. Ini tinju. Ini bukan balet, ini bukan menari.
"Daniel, kamu masih muda. Kamu bisa. Kamu bisa bermimpi. Sobat, santai saja, ini tinju. Ini olahraga yang sulit, saudaraku."
Baca Juga: Olahraga Voli Lebih dari Sekadar Kompetisi Tapi Juga Jadi Ruang Sosial Penting Bagi Atlet
Sekali lagi Dubois bangkit dari kekalahan dan menang dengan kemenangan impresif atas Jarrell Miller dan Filip Hrgovic, yang membawanya merebut sabuk juara dunia IBF yang kosong dan mengamankan pertarungan dengan Joshua.
Tetap menjadi underdog, ia tampil dengan tekad untuk membuktikan diri dan menggoyahkan Joshua dengan pukulan tangan kanan yang dahsyat di ronde pembuka.
Ia mendominasi sejak saat itu dan mendaratkan lebih banyak pukulan daripada AJ di setiap ronde, sebelum mendaratkan pukulan mematikan di ronde kelima untuk mengukuhkan posisinya di puncak dunia.
Artikel Terkait
Rafael Struick Resmi Gabung dengan Brisbane Roar, Erick Thohir Harapkan Jam Terbang Lebih Tinggi
Paulo Fonseca Siapkan Strategi Kamikaze untuk Derby della Madonnina Demi Selamatkan Pekerjaannya
Carlos Pena Siap Bangkitkan Persija Jakarta Jelang Duel Panas Kontra Persib Bandung
RESMI - Indra Sjafri Umumkan 23 Pemain Timnas U-20 Indonesia untuk Kualifikasi Piala Asia U-20 2025
Pep Guardiola Ngamuk Tendang Kursi, Pemain Man City Marah Arsenal Samakan Skor