SportlinkNews - Gresik Petrokimia gagal ke Grand Final Proliga 2025. Megawati Hangestri dipermalukan pemain muda Pertamina Enduro, Junaida Santi.
Junaida Santi baru berusia 17 tahun. Tapi, ia mampu menunjukkan bakat yang luar biasa. Spikenya yang keras mampu menembus blok Megawati. Ia pun digadang sebagai outside hitter masa depan Indonesia.
Hal itu terhampar saat Gresik Petrokimia kalah 2-3 dari Pertamina Enduro (22-25, 20-25, 25-15, 25-22, 15-9) di GOR Sritex, Solo, Jumat (2/5).
Santi mengemas 28 poin dari situasi 21 attacks, 6 blocks, 1 service ace. Sedangkan Megawati hanya 17 poin.
Dengan performa konsisten sepanjang musim, ditunjang dengan usia yang masih muda, Santi tentu menjadi masa depan voli putri Indonesia. Bukan tidak mungkin, tidak lama lagi akan ada tawaran bermain di luar negeri bagi Santi.
Di satu sisi, itu adalah penampilan pertama Megawati di Final Four Proliga 2025 setelah kembali dari Red Sparks. Sebelumnya, Megawati hanya duduk di bangku cadangan akibat cedera.
Baca Juga: Resmi, Trent Alexander-Arnold Tinggalkan Liverpool untuk Real Madrid
Esok hari berselang, melawan Jakarta Electric PLN, Megawati dislot sebagai pemain pengganti blok untuk posisi Medio Yoku. Ini pemandangan yang sangat miris dengan reputasinya sebagai tiga gelar MVP Liga Voli Korea bersama Red Sparks.
Ironisnya tanpa Megawati, Gresik Petrokimia menang 3-0 (26-24, 25-18, 25-20). Namun, hasilitu tidak cukup mengantar klub ke Grand Final setelah Pertamina Enduro kalah dari Popsivo Polwan.
Junaida Santi disimpan di bangku cadangan, sedangkan dua pemain asingnya Jordan Thomson dan Yana Shcherban tampil melempem sehinggakalah 0-3 dari Popsivo (19-25, 17-25, 24-26).
Baca Juga: Genoa 1-2 Milan: Dampak Leao untuk Kebangkitan Rossoneri
Artikel Terkait
Persib Bandung Tegaskan Komitmen Lawan Rasisme di Sepak Bola Indonesia
Alex Marquez Ungkap Kelemahan Marc Marquez Jelang MotoGP Prancis 2025
Pencurian Bermodus Suporter Persebaya Surabaya, Klub Bajul Ijo Lapor ke Polisi
Semua Pemain Juventus Harus Diganti Kecual Dua Pemain Ini
Prediksi Inter Vs Barcelona: Final Prematur yang Krusial
Teori Rahasia Ducati Jadi Berkah bagi Fabio Quartararo dan Jorge Martin