AVC U18 Championship 2026: Timnas Voli Putra U-18 Kembali Tumbang, Peluang ke Fase Gugur Makin Berat

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Senin, 13 Juli 2026 | 21:56 WIB
Libero Timnas Voli Putra U18 Indonesia Rendy Erviansyah mengembalikan bola lawan di laga kedua Grup A AVC U18 Championship 2026 di Haikou, Cina, Senin, 13 Juli.
Libero Timnas Voli Putra U18 Indonesia Rendy Erviansyah mengembalikan bola lawan di laga kedua Grup A AVC U18 Championship 2026 di Haikou, Cina, Senin, 13 Juli.

SportlinkNews - Timnas voli putra Indonesia U-18 kembali gagal meraih poin pada fase grup AVC U-18 Championship 2026.

Setelah dikalahkan tuan rumah China pada laga pembuka, Garuda Muda kembali menelan kekalahan, kali ini dari Chinese Taipei dengan skor telak 0-3 di Haikou Wuyuanhe Gymnasium, Haikou, China, Senin, 13 Juli.

Indonesia sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit pada dua dari tiga set yang dimainkan. Namun, kegagalan memaksimalkan poin-poin krusial membuat Garuda Muda harus menyerah dengan skor 30-32, 16-25, dan 24-26.

Baca Juga: Panggung Baru Ubed, Debut di Japan Open Super 750

Set pertama berlangsung ketat sejak awal. Kedua tim saling bergantian memimpin hingga pertandingan memasuki deuce.

Indonesia beberapa kali memiliki peluang mengamankan set pembuka, tetapi Chinese Taipei tampil lebih efektif dalam penyelesaian akhir dan menutup set dengan kemenangan tipis 32-30.

Memasuki set kedua, permainan Indonesia menurun drastis. Serangan yang mudah dipatahkan lawan membuat Chinese Taipei leluasa membangun keunggulan dan menutup set dengan skor 25-16.

Baca Juga: Amri/Nita Jadi Tumpuan Indonesia di Ganda Campuran Japan Open 2026

Garuda Muda kembali menemukan ritme permainan pada set ketiga. Persaingan berlangsung ketat hingga penghujung pertandingan, tetapi ketenangan Chinese Taipei dalam memanfaatkan bola-bola penentu kembali menjadi pembeda.

Indonesia akhirnya harus mengakui keunggulan lawan 24-26.

Hasil tersebut membuat Indonesia belum sekalipun meraih kemenangan dalam dua pertandingan Grup A. Pada laga pembuka sehari sebelumnya, tim asuhan Odyk Hermanto juga kalah 1-3 dari China meski sempat memberikan perlawanan sengit.

Baca Juga: Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026

Pelatih Odyk Hermanto menilai anak asuhnya tampil jauh di bawah performa saat menghadapi Chinese Taipei. Menurutnya, faktor kondisi fisik dan mental menjadi penyebab utama turunnya permainan tim.

"Pemain kunci kita, Dito, dalam kondisi sakit sehingga performanya kurang maksimal," kata Odyk.

Ia menambahkan, kepercayaan diri para pemain juga menurun sehingga mereka kerap ragu mengambil keputusan di lapangan.

Baca Juga: Media Inggris Mengejek Teori Konspirasi: 12 Pemain Argentina Kalahkan Swiss

"Anak-anak dalam kondisi mental kurang baik. Mereka takut mengambil keputusan sehingga permainan menjadi berantakan. Dibanding saat melawan China kemarin, hari ini performa kami sangat menurun," ujarnya.

Menurut Odyk, evaluasi yang dilakukan tim pelatih setelah pertandingan pertama belum mampu diterapkan dengan baik oleh para pemain, terutama dalam aspek pertahanan.

"Apa yang sudah kami evaluasi melalui latihan tadi pagi untuk pembenahan cover defense tidak bisa berjalan seperti saat evaluasi. Ini artinya anak-anak memang sedang dalam kondisi mental yang kurang baik," tambahnya.

Baca Juga: Bocor Konfrontasi Messi dan Wasit Saat Argentina Menang Kontroversial

Berbagai rotasi pemain yang dilakukan selama pertandingan juga belum mampu mengubah jalannya laga.

"Rotasi pemain sudah kami lakukan untuk pemulihan kondisi. Ternyata hasilnya hanya berjalan separuh, setelah itu performa kembali menurun," ucap Odyk.

Kekalahan kedua secara beruntun membuat peluang Indonesia melangkah ke babak perempat final semakin berat.

Baca Juga: Eugenie Bouchard Tak Menolak Pakai Pakaian Tenis Putih

Garuda Muda kini wajib memenangi pertandingan terakhir Grup A melawan Hong Kong pada Selasa 14 Juli, sembari berharap hasil pertandingan lain menguntungkan.

Grup A dihuni China, Chinese Taipei, Indonesia, dan Hong Kong. Dua tim terbaik akan lolos ke babak delapan besar, sedangkan tim peringkat ketiga dan keempat harus melanjutkan perjuangan di perebutan posisi 9-16.

AVC U-18 Championship 2026 berlangsung pada 12-18 Juli di Haikou, China, dan diikuti 16 negara.

Baca Juga: Messi dan Hutang 20 Tahun dengan Inggris: Takdir Terakhir?

Selain memperebutkan gelar juara Asia, turnamen ini juga menjadi jalur kualifikasi menuju Kejuaraan Dunia Voli Putra U-19 FIVB 2027, dengan empat semifinalis berhak mengamankan tiket ke ajang dunia tersebut.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBVSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X