SportlinkNews - Kiprah Megawati Hangestri Pertiwi di Liga Voli Korea memang bukan kaleng-kaleng. Megawati sukses membawa Red Sparks menjadi klub yang diperhitungkan di Liga Voli Korea.
Liga Voli Korea pun kini menjadi pantauan pencinta voli di Indonesia yang jumlahnya seabrek. Tidak heran setiap Megawati tampil membela Red Sparks, netizen Indonesia bakal berbunyi nyaring di jagat media sosial.
Namun, kesuksesan bintang yang mendapat julukan Megatron itu menyisakan dilematis bagi Megawati di pengujung kompetisi Liga voli Korea.
Baca Juga: Striker Brasil David da Silva Kembali Ukir Rekor Baru di Persib
Pasalnya, Megawati dihadapkan pada tiga pilihan yang akan menentukan karier volinya.
Pilihan pertama, Megawati tetap bertahan di Red Sparks sebaga pemain asing Asia. Konsekuensinya kontrak Mega mendapat prioritas untuk diperpanjang namun dengan gaji standar untuk pemain asing Asia.
Pilihan kedua, Megawati bisa mengubah statusnya menjadi pemain asing umum, yang berpotensi meningkatkan pendapatannya secara signifikan sesuai dengan standar gaji pemain asing umum.
Baca Juga: Tiket PSM Makassar vs Persebaya Ludes, Ribuan Suporter Bakal Hadir Tapi Persebaya Protes
Namun, jika memilih opsi ini, ia harus mengikuti sistem pengundian oleh tujuh tim peserta Liga Voli Korea berdasarkan probabilitas peringkat terbalik.
Pilihan ketiga, Megawati cabut dari Liga Voli Korea dan memulai petualangan barunya di liga luar negeri lainnya.
Opsi tersebut sangat menarik karena dipastikan bakal menebalkan pundi-pundi Megawati tapi tentunya dengan syarat dan ketentuan yang ketat.
Baca Juga: Pelatih Persita Fabio Lefundes Minta Pemainnya Cetak Gol Cepat Saat Hadapi PSS Sleman
Situasi ini rupanya dirasakan juga oleh Direktur Federasi Bola Voli Korea (KOVO), Cho Yong Chan yang mengatakan akan membahas soal masa depan Megawati Hangestri Pertiwi yang dilematis.
Sebab, menurutnya, Megawati dianggap sebagai salah satu aset berharga yang dapat meningkatkan popularitas Liga Voli Korea.