SportlinkNews - Timnas Voli Putra Indonesia U21 bersiap untuk tampil di Kejuaraan Dunia Voli Putra U21 FIVB 2025 di China pada 21-31 Agustus 2025. Ini merupakan keikutsertaan kedua Indonesia, setelah sebelumnya di edisi 1989.
Pada kejuaraan edisi ke-23 ini, Indonesia tergabung di Pool D bersama tim-tim kuat seperti Italia, Argentina, Tunisia, Prancis, dan Ukraina. Dari peta kekuatan, Italia dan Argentina diprediksi menjadi lawan terberat bagi Garuda Muda.
Italia datang dengan status finalis edisi 2023, sedangkan Argentina pernah finis di posisi keempat pada turnamen yang sama.
Baca Juga: Marcus Rashford Mulai Diragukan di Barcelona, Dibandingkan dengan Joao Felix
Tim Merah Putih akan dilatih oleh pelatih asal China, Li Qiujiang, yang sebelumnya sukses menangani Indonesia di Asian Men’s U20 Volleyball Championship 2024.
Ia dipercaya mampu mengasah potensi para pemain muda Indonesia agar bisa bersaing dengan tim-tim papan atas dunia.
Menuju China, Indonesia diperkuat oleh 12 pemain terbaiknya, yakni Muhammad Reyhan, Raihan Rizky Attorif (libero); Pajar Pamungkas, Hilarius Galang Bryantama (setter); Zaki Hasan Maulana, Agustino, Darda Mulya Muhammad (middle blocker); Dawuda Alaihimassalam, Imam Ahmad Faisal, Muhammad Haikal Hidayatullah (opposite); serta Bagas Wijanarko dan Krisna (outside hitter).
Baca Juga: Pembalap Moto2 Diogo Moreira Bersiap Gabung ke Tim Pabrikan Honda Mulai MotoGP 2026
Keikutsertaan tahun ini menjadi momentum penting untuk mencatatkan prestasi lebih baik. Pada keikutsertaan mereka di Kejuaraan Dunia U21 yang pertama, skuat Merah Putih hanya finis di peringkat 15 dari total 16 tim yang berpartisipasi.
PBVSI sendiri mentarget mereka untuk bisa menghasilkan prestasi melampui capaian tim putri di Kejuaraan Dunia voli putri U21 FIVB 2025 pekan lalu. Timnas voli putri U21 finis di peringkat 16 besar di debut pertamanya, dari 24 peserta yang ambil bagian.
Sejak pertama kali digelar pada 1977, FIVB Volleyball Men’s U21 World Championship telah melahirkan sejumlah negara juara.
Baca Juga: Bagnaia Sewot, Keluarkan Komentar Pedas kepada Ducati: Kesabaran Saya Sudah Habis!
Uni Soviet sempat mendominasi dengan empat gelar, disusul Rusia yang mengoleksi enam trofi hingga 2015 sebelum dilarang tampil akibat konflik politik.
Kini, Brasil menjadi tim tersukses dengan empat kali juara, sementara Iran menyandang gelar juara bertahan setelah mengalahkan Italia 3-2 di final edisi 2023.