SportlinkNews - Harapan Sukun Badak untuk bertahan di Livoli Divisi Utama 2025 semakin tipis.
Tim debutan asal Kudus itu kembali menelan kekalahan, kali ini dari Berlian Bank Jateng dengan skor 1-3 (11-25, 25-23, 17-25, 20-25) pada laga lanjutan Pul A Putaran Reguler Pertama di GOR Nambo, Tangerang, Jumat, 12 September 2025.
Kekalahan ini menjadi yang ketiga bagi tim asuhan Agung Seganti. Sebelumnya, mereka kalah dari Singo Yudha Kutai Barat (2-3) dan LavAni Navy (0-3). Satu-satunya kemenangan diraih saat menghadapi Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi, pada Kamis lalu.
Baca Juga: Rowan Atkinson Turun Balap di Goodwood Revival 2025 dengan Mobil Klasik Jaguar 1951
Dengan hasil ini, Sukun Badak kini terdampar di peringkat keempat dari enam peserta Pul A, hanya menyisakan satu pertandingan kontra DPUPR Alib Grobogan.
Posisi tersebut membuat mereka rawan terseret ke zona degradasi, mengingat dua tim terbawah di grup akan otomatis turun kasta.
Pelatih Agung Seganti menyebut anak asuhnya kehilangan tenaga setelah tampil habis-habisan sehari sebelumnya.
"Sepertinya kecapekan setelah kemarin bermain lima set melawan Perumda Tirta Bhagasasi. Di permainan ini jelas terlihat kondisi anak-anak jauh menurun," ucap mantan pemain timnas itu.
Baca Juga: Yamaha YZR-M1 Bermesin V4 Siap Debut di Misano, Augusto Fernandez Jadi Wildcard
Sebaliknya, Berlian Bank Jateng menunjukkan grafik peningkatan performa. Berbeda dengan laga sebelumnya, kali ini, menurut sang pelatih, Arif Kusliyanto, timnya terlihat lebih menikmati permainan kali ini.
"Anak-anak terus meningkat setiap pertandingan. Lawan Sukun mereka bermain jauh lebih enjoy," kata Arif.
Sementara itu, di sisi lain, perjalanan Singo Yudha Kutai Barat di Livoli Divisi Utama 2025 harus berakhir pahit.
Mereka dipastikan turun kasta ke Divisi Satu 2026 setelah kembali menelan kekalahan dari DPUPR Alib Grobogan dengan skor 1-3 (25-20, 21-25, 17-25, 18-25).
Baca Juga: Miguel Oliveira Tidak Ambil Pusing Soal Rumor Kepindahannya ke WorldSBK
Kekalahan ini menjadi yang ketiga bagi Nizar Julfikar dan kawan-kawan sepanjang putaran reguler pertama. Sebelumnya, Singo Yudha kalah dari Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi (0-3) dan Berlian Bank Jateng (1-3).
Satu-satunya kemenangan mereka raih saat menghadapi Sukun Badak lewat pertarungan lima set. Dengan hanya mengoleksi dua poin dari lima laga, posisi Singo Yudha terperosok ke dasar klasemen Pul A.
Secara matematis, mereka sudah tidak mungkin mengejar perolehan poin Sukun Badak di peringkat keempat yang sudah mengemas enam poin.
Baca Juga: FIBA Asia Cup 2025: Timnas U16 Putri Usung Komposisi Baru Hadapi Persaingan Asia
Pelatih M. Ramli mengakui performa timnya jauh menurun dan peluang menghadapi LavAni Navy di laga terakhir hampir mustahil dimenangkan. Ia sendiri bingung ada apa dengan permainan timnya.
"Kondisi mereka (tim) jauh menurun. Kalau saja bisa menang lawan DPUPR, posisi kami lebih baik," ujarnya.
Sementara itu, pelatih DPUPR, Prasetyo Dwi Hermawan, merasa puas dengan capaian anak asuhnya. Menurutnya, chemistry pemainnya sudah mulai padu.
"Chemistry anak-anak sudah terbentuk dengan baik pada pertandingan ini," tukasnya.