Tanpa proses seleksi terbuka atau uji tanding intens seperti pemain lain, Sulastri tiba-tiba masuk ke skuad final dan mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Zahwa Aliah Jasmien dan Indah Guretno.
Masuknya Sulastri memunculkan spekulasi baru, terlebih slot kosong yang ditinggalkan Junaida Santi sebenarnya berada di posisi opposite, peran penting sebagai pendulang poin.
Namun alih-alih mengisi posisi serangan, Marcos justru menambah satu pemain bertahan. Hingga kini, PBVSI maupun sang pelatih belum memberikan klarifikasi soal dinamika perubahan tersebut.
Baca Juga: Nama Van Bronckhorst Muncul sebagai Kandidat Pelatih Timnas Indonesia, Ini Respons dari Belanda
Kejutan tidak berhenti di situ. Marcos Sugiyama juga mencoret Arneta Putri Amelian, setter yang selama tiga musim terakhir menjadi duet tetap Megawati Hangestri di level klub dan sangat diandalkan dalam ritme permainan tim.
Ketiadaan Arneta ini membuat publik dan pengamat mempertanyakan arah permainan yang ingin dibangun Marcos.
Arneta selama ini dikenal memiliki chemistry kuat dengan Megawati, kolaborasi yang mengantarkan mereka meraih sederet prestasi bersama Jakarta Pertamina Fastron, Jakarta BIN, hingga Petrokimia Gresik.
Namun keputusan akhir tetap tidak memasukkan namanya ke dalam rombongan tim.
Terlepas dari kontroversi tersebut, Timnas Voli Putri 2025 tetap menghadirkan perpaduan pemain berpengalaman dan bintang muda yang tengah naik daun.
Megawati Hangestri dan Mediol Yoku kembali menjadi motor serangan, ditemani playmaker Yolana Bheta Pangestika dan rising star Ajeng Nur Cahaya, setter yang mendapat kesempatan tampil setelah performa solid di Kejuaraan Dunia U21 2025.
Baca Juga: Indonesia Sabet Gelar Juara Umum Asean School Games 2025 Singkirkan Thailand
Pada barisan outside dan middle blocker, sederet talenta seperti Ersandrina Devega, Chelsa Berliana, Geofany Eka, Namira Maradanthi, dan Rika Dwi Ratri siap menambah kedalaman rotasi.
Di sektor libero, duet Naisya Pratama Putri dan pendatang baru Sulastri Rahma Aulia menjadi ujung tombak pertahanan yang kini mendapat perhatian ekstra setelah perubahan mendadak yang dilakukan pelatih.
Melihat komposisi pemain yang dipilih Sugiyama, pelatih asal Brasil itu sepertinya mengambil pendekatan berbeda demi menciptakan tim yang lebih fleksibel dan adaptif.