voli

Timnas Voli Putri Bidik Kebangkitan, Megawati Jadi Ancaman di SEA Games 2025

Minggu, 30 November 2025 | 19:42 WIB
Timnas voli putri U-21 Indonesia di Kejuaraan Dunia Voli Putri U-21 FIVB 2025, di Surabaya. (PBVSI)

Ambisi besar Indonesia ini berseberangan dengan target yang ditetapkan Tim Review Kemenpora, yang mematok target maksimal hanya medali perunggu.

Prediksi itu dibuat dengan mempertimbangkan peta persaingan yang semakin ketat di kawasan Asia Tenggara.

Pada edisi kali ini, Indonesia menempati Pool B bersama Vietnam, Myanmar, dan Malaysia. Dari komposisi grup, Vietnam diperkirakan menjadi lawan terberat.

Malaysia akan menjadi lawan pembuka bagi Indonesia pada 10 Desember 2025 di Indoor Stadium Huamark, Bangkok.

Baca Juga: Rekor 11 Kemenangan Borneo FC Terputus, Persija dan Persib Mendekat

Laga pertama ini penting untuk membangun ritme dan kepercayaan diri, mengingat pertandingan terakhir kontra Vietnam pada 12 Desember berpotensi menjadi penentu tiket ke semifinal.

Di antara dua laga tersebut, Indonesia akan berjumpa Myanmar pada 11 Desember. Dengan hanya dua tim teratas yang berhak lolos ke babak selanjutnya, setiap pertandingan akan sangat menentukan posisi akhir di klasemen.

Format pertandingan yang berjalan beruntun mulai dari penyisihan hingga final akan menjadi ujian ketahanan fisik sekaligus mental bagi seluruh tim peserta. 

Baca Juga: Ditahan Imbang Arema FC 1-1 Kini Malut United Fokus Hadapi Persib

Sementara itu kehadiran Megawati Hangestri dalam skuad Indonesia diwaspadai para negara-negara pesaing, salah satunya Filipina. Bersama Thailand, mereka menjadi pesaing terkuat untuk perebutan medali emas. 

Pelatih tim voli putri Filipina, Jorge Souza De Brito, meminta para pemainnya untuk tidak lengah menghadapi persaingan ketat pada SEA Games 2025 di Thailand.

Ia menilai kompetisi tahun ini berjalan lebih seimbang karena setiap negara membawa kombinasi pemain senior dan talenta muda yang makin matang.

Baca Juga: Kapolri dan PWI Pusat Jalan Santai Jelang HPN 2026 di Banten

De Brito menyoroti Indonesia sebagai salah satu tim yang patut diwaspadai, terutama dengan keberadaan Megawati Hangestri Pertiwi yang kembali menjadi motor serangan utama. 

"Kami harus siap menghadapi pemain-pemain berpengalaman dengan dukungan junior yang kualitasnya meningkat. Salah satunya Megawati dari Indonesia," ujar De Brito.

Menurutnya, atmosfer kompetisi di Thailand, termasuk kondisi arena dan jadwal yang padat, menuntut setiap pemain tetap fokus sejak laga pertama.

Baca Juga: Nama Van Bronckhorst Muncul sebagai Kandidat Pelatih Timnas Indonesia, Ini Respons dari Belanda

Pelatih asal Brasil itu juga menegaskan bahwa peta kekuatan di ASEAN kini lebih terbuka.

Ia menilai Thailand masih menjadi unggulan utama dan Indonesia serta Vietnam tampil sebagai kekuatan besar, tapi dirinya percaya peluang Filipina tetap ada jika timnya mampu tampil solid dan konsisten.

"Kami harus bermain tanpa rasa takut. Semua tim memiliki kesempatan yang sama. Kuncinya adalah bagaimana kami merespons tekanan dan memanfaatkan setiap peluang," ucapnya.

Tags

Terkini