voli

Kemenangan atas Hong Kong Tak Cukup, Indonesia U-18 Gagal Raih Tiket Kejuaraan DuniaU-19 FIVB 2027

Selasa, 14 Juli 2026 | 23:08 WIB
Smes keras yang dilayangkan pemain Indonesia gagal menyebrang ke kubu lawan, pada laga terakhir penyisihan Grup AVC Cup U18 2026 melawan Hong Kong, di Hoiku, Selasa, 14 Juli 2026.

SportlinkNews - Timnas bola voli putra Indonesia U-18 dipastikan gagal mengamankan tiket menuju Kejuaraan Dunia Voli Putra U-19 FIVB 2027.

Kepastian itu didapat setelah langkah Garuda Muda terhenti di fase grup Kejuaraan Bola Voli Putra U-18 Asia 2026 sehingga tidak mampu menembus babak perempat final.

Karena sesuai aturan, hanya empat tim yang berhasil mencapai semifinal Kejuaraan Asia U-18 2026 yang berhak mewakili Asia pada Kejuaraan Dunia U-19 FIVB 2027.

Baca Juga: Terpuruk Sepanjang Musim, Aston Martin Bakal Segera Mendapatkan Unit Daya Baru Honda

Gagal masuk delapan besar pun otomatis menutup peluang Indonesia tampil di ajang dunia tersebut.

Meski demikian, Indonesia menutup fase grup ini dengan catatan positif usai meraih kemenangan perdana.

Bertanding di Wuyuanhe Gymnasium, Haikou, China, Selasa, 14 Juli 2026, skuad asuhan Odyk Hermanto mengalahkan Hong Kong tiga set langsung 25-16, 25-14, 25-20.

Baca Juga: Komisi X DPR RI Apresiasi Serapan Anggaran Kemenpora 2025 yang Tembus 91,59 Persen

Garuda Muda tampil dominan sepanjang pertandingan. Indonesia mampu mengendalikan permainan sejak awal laga hingga memastikan kemenangan tanpa kehilangan satu set pun.

Hasil tersebut sekaligus menjadi pelipur lara setelah Indonesia menelan dua kekalahan beruntun pada laga sebelumnya.

Garuda Muda lebih dulu takluk 1-3 dari tuan rumah China, kemudian kembali kalah dari Chinese Taipei dengan skor 30-32, 16-25, 24-26.

Baca Juga: Ana/Trias Jadi Ganda Putri Indonesia Pertama yang Lolos ke 16 Besar Japan Open 2026

Pelatih Indonesia U-18, Odyk Hermanto, menilai perubahan mental bertanding menjadi kunci keberhasilan anak asuhnya meraih kemenangan pertama di turnamen ini.

Menurut Odyk, pada dua pertandingan awal para pemain masih terbebani target sehingga tidak mampu mengeluarkan permainan terbaik.

"Pada dua pertandingan awal, anak-anak masih gugup dan bermain terlalu hati-hati karena ingin memenuhi target," kata Odyk.

Baca Juga: Jadi Penguasa di Sirkuit Sachsenring, Marc Marquez Samai Rekor Legenda Giacomo Agostini

Saat menghadapi Hong Kong, situasinya berubah. Para pemain dinilai lebih rileks sehingga mampu menjalankan strategi yang telah dipersiapkan tim pelatih.

"Pada pertandingan ini, mereka bermain lebih lepas. Sistem permainan berjalan dan mereka dapat mengatur ritme dengan baik," imbuhnya.

Odyk berharap kepercayaan diri tersebut tetap terjaga pada pertandingan berikutnya. Ia meyakini peluang meraih hasil positif akan selalu terbuka jika para pemain mampu tampil tanpa tekanan dan disiplin menjalankan instruksi.

Baca Juga: Alwi Farhan Melaju, Jonatan Christie Tersingkir di Babak Pertama Japan Open 2026

"Selama mereka bermain tanpa beban serta tetap mengikuti taktik dan sistem yang kami berikan, peluang itu ada. Hal paling penting adalah mereka harus bermain lepas," ucapnya.

Meski sudah tidak memiliki kesempatan lolos ke Kejuaraan Dunia U-19 FIVB 2027, perjuangan Indonesia di Kejuaraan Asia U-18 belum berakhir.

Garuda Muda selanjutnya akan berjuang di klasemen perebutan peringkat 9-16 dan dijadwalkan menghadapi Kyrgyzstan pada Rabu, 15 Juli.

Tags

Terkini