SportlinkNews - Indonesia tergabung di Grup C bersama Korea Selatan dan Qatar. Tim ini berisikan pemain-pemain muda yang tergabung di klub Garuda Jaya.
Selain itu ada tambahan pemain dari klub lainnya, yaitu Rama Fazza dan M. Ega Yuri (Samator), M. Gani Loveano Helmi (Palembang Bank Sumsel Babel), Yohanes Dedi (Jakarta STIN BIN) dan Putrada Tri Nugroho (Jakarta LavAni).
Tetap dikirimnya tim putra agar Indonesia tidak kehilangan poin dalam ranking federasi voli Asia. PBVSI menargetkan tim ini masuk enam besar.
Pada laga melawan Korea Selatan, Senin (3/6), Indonesia harus mengakui keperkasaan Korea dengan skor 3-0 (11-25, 16-25 dan 9-25).
Selanjutnya, Indonesia menghadapi tim Qatar, Selasa (4/6). Indonesia kalah dengan skor telak 0-3 (17-25, 15-25 dan 17-25) dari Qatar.
Hasil ini membuat Qatar menyusul Korea Selatan yang sebelumnya lebih dulu lolos ke perempat final.
Meski kalah, menurut Manajer Timnas Indonesia Loudry Maspaitella, penampilan Indonesia telah membaik. Para pemain tidak lagi demam panggung.
“Secara permainan lumayan bisa mengimbangi Qatar di lapangan, anak-anak tidak lagi demam panggung, tidak seperti lawan Korea di pertandingan pertama,” kata Loudry Maspaitella.
Namun, Loudry menyayangkan para pemain yang punya kontribusi besar saat melawan Qatar adalah pemain di luar U-20.
Baca Juga: Proliga 2024 Putaran Kedua Kembali Bergulir, Para Tim Siapkan Strategi Unggulan
Sebagian pemain Indonesia yang tampil di AVC Challenge ini diisi pemain yang usianya di atas 20 tahun.
“Kita berharap tim U-20 yang bisa berkontribusi lebih banyak. Sebab, anak-anak ini yang dipersiapkan untuk Kejuaraan Asia U-20 Juli mendatang di Surabaya,” katanya.