SportlinkNews - Rumor bahwa pembalap Honda Joan Mir akan gantung helm usai musim 2024 nampaknya akan menjadi angin lalu. Pasalnya, Honda berencana memperpanjang kontraknya hingga 2026.
Meski belum direalisasikan hitam di atas putih, namun secara tersirat Honda masih berupaya untuk mempertahankan Joan Mir dalam skuadnya.
Tidak ada yang membantah kalau Mir adalah pembalap Honda yang memiliki prestasi lumayan dibandingkan pengendara Honda lainnya.
Baca Juga: Honda Masih Terpuruk di MotoGP, Luca Marini akan Mengubah Gaya Berkendaranya
Mir saat ini menjadi pembalap Honda dengan posisi tertinggi di klasemen kejuaraan, menempati posisi ke-18 dengan 13 poin.
Dia memiliki empat poin lebih banyak daripada Johann Zarco dari LCR Honda (P19) dan mengungguli Taakaki Nakagami (P20) dengan selisih lima poin.
Sedangkan rekan setimnya Luca Marini duduk di urutan ke-24, dan belum mencetak poin sedikitpun pada tahun 2024.
Baca Juga: Catat Nih, Spek Motor MotoGP 2027: Pangkas Kapasitas Mesin dan Batasi Top Speed
Meski sejumlah nama telah muncul sebagai opsi potensial bagi Honda, kenyataannya mereka selalu menjadikan Mir sebagai opsi pertama.
Oleh karena itu, HRC kini telah mencapai kesepakatan lisan untuk mempertahankannya dalam susunan pemain untuk dua musim berikutnya, dan pengumumannya diharapkan segera dilakukan.
Keputusan tersebut juga memberikan stabilitas di tim pabrikan, dengan Marini sudah terikat dengan skuad hingga akhir tahun 2025. Zarco juga memiliki kontrak membalap Honda bersama LCR tahun depan.
Baca Juga: Euro 2024: Data dan Fakta Pertandingan Jerman vs Hungaria, Modal Tujuh Gol Pimpin Klasemen Grup A
Dengan begitu juara Moto3 2017 dan MotoGP 2020 itu akan tetap berada di kelas utama selama dua tahun lagi, sehingga total karirnya sudah mencapai delapan musim.
Pembalap Spanyol itu melakukan debutnya bersama Suzuki pada tahun 2019 dan memenangkan kejuaraan hanya di musim keduanya.
Artikel Terkait
Balap di Mugello, Duet Pembalap MotoGP Ducati Pakai Livery Spesial
Marc Marquez Resmi Bergabung ke Ducati hingga MotoGP 2026
MotoGP Rayakan 75 Tahun Balapan Grand Prix Pertama, Selebrasi Pamungkas Digelar d Silverstone
Mengerikan! Espargaro Menilai Downforce di MotoGP Terlalu Banyak untuk Tubuh Manusia